26 Peserta Tampilkan Koreografi Berbeda, Panggung Perform Kirab Benculuk Bikin Penonton Terhibur

  • Whatsapp
Foto: Kirab budaya di desa Benculuk memukau penonton. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Momen perform menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu dalam Kirab Budaya Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Satu per satu, sebanyak 26 peserta berhenti di titik perform untuk menunjukkan kreasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Diiringi dentuman sound system berkekuatan besar, masing-masing kelompok tampil dengan gaya yang berbeda. Mereka tidak hanya mengikuti gerakan yang sudah ada, tetapi menciptakan koreografi sendiri yang disesuaikan dengan karakter kelompok masing-masing.

Bacaan Lainnya

Ada yang mengusung tari tradisional, ada pula yang memadukannya dengan sentuhan semi modern. Gerakan para penari, kostum, musik dan kreativitas peserta berpadu menjadi satu pertunjukan yang membuat suasana semakin meriah.

Foto: Kirab budaya dan sound horeg memukau ribuan penonton di desa Benculuk penampilan peserta drama kolosal menampilkan seni dan budaya tradisional. (Doc, Rony Subhan)

Sorak dan tepuk tangan penonton pun terdengar setiap kali satu kelompok menyelesaikan penampilannya. Belum selesai tepuk tangan, peserta berikutnya sudah bersiap menunjukkan kejutan baru.

Panitia Kirab Budaya, Bahul, mengatakan perform menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas yang mereka siapkan jauh sebelum hari pelaksanaan.

“Masing-masing peserta punya ciri khas sendiri. Mereka menyiapkan tarian dan koreografi sesuai kreativitas kelompoknya. Ada yang tradisional, ada yang semi modern. Jadi penonton tidak melihat penampilan yang sama, setiap peserta punya sajian berbeda,” jelas Bahul.

Menurutnya, semangat peserta dalam mempersiapkan penampilan menjadi salah satu bukti bahwa kirab budaya bukan hanya soal kemeriahan sound system. Ada proses latihan, kekompakan dan kreativitas warga yang ikut ditampilkan.

“Yang kami lihat bukan hanya bagaimana sound-nya, tetapi bagaimana warga bisa berkreasi bersama. Mereka latihan, menyiapkan kostum, membuat koreografi, kemudian tampil di depan masyarakat. Itu yang membuat acara ini semakin hidup,” tambahnya.

Bagi penonton, keberagaman penampilan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Win, salah seorang pengunjung, mengaku menikmati setiap penampilan yang disuguhkan.

“Ini menghibur kita. Jarang bisa melihat pertunjukan seperti ini. Biasanya setahun sekali, terutama saat acara HUT Kemerdekaan. Jadi masyarakat senang bisa berkumpul dan menonton bersama,” ujar Win.

Ia menilai kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga suasana perayaan kemerdekaan tetap meriah.

“Apalagi setiap peserta berbeda. Kita jadi penasaran, setelah ini kelompok berikutnya menampilkan apa. Ada tari tradisional, ada yang modern, semuanya menarik,” tambahnya.

Foto: Tak hanya ribuan penonton namun pengiat media sosial nampak sibuk mengambil gambar. (Doc, Rony Subhan)

Dari peserta pertama hingga peserta ke-26, panggung perform pun terus berganti warna. 26 kelompok, 26 karakter, 26 koreografi berbeda.

Diiringi dentuman sound system, jalanan Desa Benculuk berubah menjadi panggung seni. Dan di hadapan ribuan pasang mata, kreativitas warga tampil bukan hanya untuk berlomba menjadi yang terbaik, tetapi untuk satu tujuan sederhana: menghibur dan merayakan kemerdekaan bersama-sama. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait