410 Siswa LPK Nusantara Gakkou Banyuwangi Semarakkan Kirab Budaya Kebonrejo, Gaungkan Semangat Kemerdekaan dan Lestarikan Adat Nusantara

  • Whatsapp

BANYUWANGI,Beritalima.com – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental dalam Kirab Budaya Kebonrejo yang digelar di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Minggu (2/8/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan beragam atraksi budaya, seni tradisional, hingga teatrikal perjuangan yang diperagakan para peserta.

Kirab budaya yang digelar oleh tiga dusun, yakni Dusun Kebonsari, Kemloso, dan Rejosari yang dikenal dengan sebutan Kebonrejo menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT RI di Desa Benculuk. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa dan kekayaan budaya Indonesia.

Bacaan Lainnya

Foto: Siswa BLK Nusantara Gakkou berapai adat Bali. (Doc, Istimewa)

Salah satu peserta yang paling menyita perhatian masyarakat adalah LPK Nusantara Gakkou Banyuwangi. Lembaga pelatihan kerja yang dikenal sebagai pionir pendidikan vokasi dan program magang ke Jepang sejak 2009 itu menurunkan sekitar 410 siswa untuk mengikuti kirab budaya.

Dengan mengenakan berbagai kostum bertema adat Nusantara, perjuangan kemerdekaan, hingga seni budaya tradisional, ratusan siswa tampil memukau. Mereka juga menampilkan beragam atraksi budaya yang dipadukan dengan kreativitas generasi muda sehingga mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Foto: Sejumlah siswa peduli nguri-uri adat istiadat berpakaian baju tradisional suku Madura. (Doc, Istimewa)

Tidak hanya itu, peserta dari LPK Nusantara Gakkou juga menghadirkan ikon-ikon budaya pedesaan seperti kuda lumping dan kebo-keboan, serta kostum kambing, yang menjadi simbol kehidupan masyarakat agraris sekaligus menggambarkan kekayaan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat Banyuwangi.

Kepala LPK Nusantara Gakkou Banyuwangi, Abdul Aziz, S.Ab, mengatakan keikutsertaan ratusan siswanya dalam kirab budaya merupakan bentuk komitmen lembaga untuk membangun karakter peserta didik, bukan hanya dari sisi disiplin dan keterampilan kerja, tetapi juga kecintaan terhadap bangsa dan budaya Indonesia.

Foto: Siswa BLK Nusantara Gakkou memainkan tari kolosal tentang kehidupan di pedesaan membajak sawah. (Doc, Istimewa)

Menurut Azis, kemajuan zaman dan derasnya pengaruh budaya modern tidak boleh membuat generasi muda melupakan sejarah perjuangan para pahlawan maupun adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, momentum HUT Kemerdekaan RI harus dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan. Begitu juga budaya dan adat istiadat Nusantara merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga. Jangan sampai generasi muda lebih mengenal budaya luar, tetapi justru melupakan sejarah bangsanya sendiri. Melalui kirab budaya ini kami ingin mengingatkan bahwa mencintai Indonesia dapat diwujudkan dengan melestarikan budaya, menghargai perjuangan para pahlawan, dan terus mengisi kemerdekaan dengan prestasi,” ujar Azis.

Foto: Peran siswa juga tampil dengan tari seni jaranan Buto asli Banyuwangi. (Doc, Istimewa)

Azis menambahkan, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di LPK Nusantara Gakkou. Selain dibekali kemampuan bahasa, keterampilan kerja, serta persiapan magang ke Jepang melalui program IM Japan, Program Swasta, maupun Specified Skilled Worker (SSW), para siswa juga terus didorong memiliki rasa cinta tanah air.

Azis berharap kegiatan kirab budaya seperti ini dapat terus dilestarikan setiap tahun karena mampu mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus menjadi media pembelajaran budaya bagi generasi muda. Menurutnya, tradisi yang diwariskan leluhur harus tetap hidup meski masyarakat memasuki era modern dan globalisasi.

Foto: 410 Siwa tampil memukau diacara karnaval dusun di Desa Benculuk Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (Doc, Istimewa)

Kirab Budaya Kebonrejo pun berlangsung meriah sejak titik start di Dusun Kebonsari hingga finis di wilayah timur Pasar Rejosari. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan setiap penampilan peserta yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara dalam balutan semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen lainnya, Kirab Budaya Kebonrejo menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan, tetapi juga lewat upaya nyata melestarikan budaya, mengenang jasa para pahlawan, serta menanamkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia kepada generasi penerus. Di usia ke-81 Republik Indonesia, semangat persatuan dalam keberagaman kembali bergema dari Desa Benculuk, mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri bangsa yang harus terus dijaga sepanjang zaman. (Rony//B5)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait