SURABAYA, beritalima.com | Tanah suci yang setiap saat dipenuhi oleh umat muslim dari seluruh penjuru dunia ini, memang dipenuhi oleh berbagai kejadian diluar nalar. Bahkan, sesuatu yang terkadang hanya disimpan di dalam hati bisa terwujud.
Seperti yang dikisahkan oleh senator muda berparas cantik Lia Istifhama. Anggota DPD RI dari Jawa Timur ini menuturkan bahwa pihaknya merasakan kenikmatan beribadah haji 2026 ini karena perasaan ikhlas dan pasrah kepada ketentuan yang diberikan Allah SWT.
“Banyak kejadian yang dialami oleh para jamaah, rasanya kok iya ya. Padahal kita enggak nyangka apa yang kita pikirkan, apa yang kita sebenarnya cuma “mbatin” ternyata diwujudkan Allah SWT,” ujarnya penuh rasa haru.
“Waktu Tawaf saya mendengar ada yang memanggil nama saya, Alhamdulillah, ternyata saya bertemu teman dari Indonesia. Pada saat itu saya mbatin andai saya bertemu dengan teman se-tanah air. Subhanallah. Allahu Akbar, ternyata Allah SWT mengabulkan keinginan yang tersimpan di dalam lubuk hati saya,” sambungnya.
Tentu saja Ning Lia, panggilan akrab Lia Istifhama merasa sangat bersyukur bisa bertemu teman sesama warga Indonesia
di Masjidil Haram.
“Ya senang kan, enggak menduga kita dipertemukan Allah SWT di Masjidil Haram. Padahal kita jarang berkomunikasi. Itu kan juga sudah rezeki banget. Terus yang kedua, waktu pegang Ka’bah itu bisa puas banget padahal ramai orang berebut ingin memegang Ka’bah. Kayak enggak ada yang menghalangi, kayak enggak ada yang melarang. Cuma saya diingatkan, bahwasanya orang tidak boleh egois, kalau sudah cukup memegang ya sudah, gantian sama yang lain,” lanjutnya.
Mukjizat yang lain dialami ning Lia kembali. Saat mau pulang, di bandara dia tiba-tiba ingat saudara (mohon maaf) yang belum hamil, di depannya ada obat untuk program hamil, akhirnya timbul niat untuk membelikan obat tersebut untuk saudaranya agar segera hamil.
Ternyata setelah membeli obat tersebut, ning Lia dipertemukan Allah SWT dengan orang Mesir. Tiba-tiba orang tersebut memberinya makanan. Saat itu ning Lia tersadar, ternyata saat dirinya memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas, Allah SWT memberikan balasan yang serupa.
“Apa yang kita lakukan, di tanah suci langsung dibayar tunai sama Allah SWT. Sungguh Allah SWT sangat luar biasa, betapa Maha Besarnya,” pujinya dengan suara penuh haru.
Ning Lia berharap, para jamaah baik dari Indonesia maupun dari negara lain agar selalu menjaga kebersihan. Bagaimanapun, beribadah haji itu tempatnya berada di negeri orang, di tempat yang paling suci di dunia.
“Kita harus saling menjaga, saling menghargai, saling menjaga kebersihan. Dan yang paling penting, niatkan benar-benar untuk beribadah agar semu dimudahkan dan dilancarkan Allah SWT,” pungkasnya.(Yul)








