AMM Sampang Serukan Dialog Pascainsiden PCM Karangpenang, Tegaskan KH Fauzan Zaini Tak Mengarahkan Aksi Massa

  • Whatsapp

SAMPANG, Beritalima.com | Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Sampang angkat bicara terkait aksi massa yang terjadi di Kantor Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang, Senin (27/7/2026). Organisasi kepemudaan Muhammadiyah itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, mengedepankan dialog, serta tidak menggiring opini yang berpotensi memperkeruh hubungan antarelemen umat Islam.

Perwakilan AMM Sampang, Moh. Thoifur Syairozi, menegaskan bahwa secara kelembagaan pihaknya menyayangkan terjadinya aksi massa di lingkungan PCM Karangpenang. Meski demikian, ia menilai aksi tersebut merupakan bentuk loyalitas para santri dan alumni kepada guru mereka, bukan gerakan yang dirancang ataupun diperintahkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Karangdurin, KH Fauzan Zaini.

“Secara kelembagaan kami menyayangkan atas kejadian di PCM Karang Penang. Tapi kami meyakini bahwa gerakan itu adalah bagian dari loyalitas santri kepada gurunya, bukan karena gerakan yang dipola atau diarahkan oleh KH Fauzan sebagai pimpinan pondok pesantren,” ujar Thoifur, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, berbagai informasi yang berkembang pascaaksi perlu disikapi secara arif agar tidak memunculkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada konflik secara kelembagaan antara KH Fauzan Zaini dengan Persyarikatan Muhammadiyah sebagaimana isu yang beredar.

“Kami meyakini bahwa suatu peristiwa pasti memiliki hikmahnya. Harapan kami, peristiwa ini justru menjadi momentum untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, bahwa tidak ada pertentangan secara kelembagaan antara KH Fauzan Zaini dengan Persyarikatan Muhammadiyah seperti kabar yang berkembang,” katanya.

Sebagai langkah penyelesaian, AMM Sampang berkomitmen membuka ruang komunikasi dengan KH Fauzan Zaini dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi sarana klarifikasi sekaligus meredam berbagai informasi yang dinilai berkembang secara sepihak.

“Agar persoalan ini menjadi jelas dan benar-benar tuntas sehingga tidak lagi menjadi polemik, insyaallah dalam waktu dekat kami akan menghubungi dan berkoordinasi dengan KH Fauzan untuk bertemu dan melakukan dialog serta memutus informasi sepihak yang dikabarkan secara tidak berimbang sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tutur Thoifur.

Ia juga optimistis KH Fauzan memiliki semangat yang sama untuk menjaga persatuan umat Islam melalui komunikasi yang baik.

“Kami meyakini KH Fauzan sendiri akan melakukan hal serupa sebagai bagian dari ikhtiar mempersatukan umat Islam,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah MWCNU Karangpenang turut memberikan penegasan bahwa aksi massa di Kantor PCM Karangpenang tidak berkaitan dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi. Ia mengaku baru mengetahui adanya rencana aksi tersebut setelah menerima informasi dari Kapolres Sampang.

“Terkait gerakan massa di Kantor Muhammadiyah Karang Penang tidak ada hubungannya dengan NU secara kelembagaan. Bahkan saya baru mendengar kabar agenda tersebut dari Kapolres Sampang. Setelah itu saya dihubungi Ketua PCNU untuk turun membantu menenangkan massa,” ungkapnya.

Keterangan serupa juga disampaikan Nasiruddin, salah seorang alumni Pondok Pesantren Karangdurin yang mengikuti aksi tersebut. Menurutnya, kehadiran para alumni murni merupakan inisiatif spontan setelah beredar kabar bahwa KH Fauzan Zaini akan dilaporkan.

“Apa yang terjadi kemarin merupakan gerakan spontan dari alumni yang mendengar kabar bahwa KH Fauzan akan dilaporkan. Tidak ada instruksi dari siapa pun dan bahkan KH Fauzan sendiri tidak mengetahui rencana itu,” jelas Nasiruddin.

Hingga berita ini diterbitkan, KH Fauzan Zaini belum memberikan pernyataan resmi terkait sikap AMM Sampang maupun penjelasan yang disampaikan para alumni Pondok Pesantren Karangdurin.

Pernyataan AMM Sampang dan MWCNU Karangpenang menjadi sinyal kuat bahwa berbagai pihak menginginkan persoalan tersebut diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi, bukan melalui narasi yang berpotensi memperuncing perbedaan. Dengan mengedepankan dialog, diharapkan situasi tetap kondusif dan persatuan umat Islam di Kabupaten Sampang tetap terjaga. (FA)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait