Jakarta, beritalima.com| – Arezoo Eskandari, perempuan asal Iran seorang diri bersepeda menjelajah dunia, dan kini sedang singgah beberapa hari di Indonesia, khususnya di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanannya ke Bali.
Perempuan berusia 35 tahun ini, berasal dari kota ketiga terbesar di Iran, Isfahan, yang kaya dengan kebudayaan serta bangunan arsitekturnya. Keberangkatannya dengan sepeda pun, memiliki latar dan tujuan yang hampir sama, yakni ingin mempelajari, mengenal, beragam kebudayaan dunia termasuk di Indonesia.
“Saya percaya dengan misi kebaikan, bisa menjalin hubungan dengan siapa saja yang kita jumpai,” kata Arezoo dalam bahasa Iran yang kemudian diterjemahkan saat berjumpa dengan wartawan di AFK Beuty Skin Clinic, Jakarta (8/6).
Arezoo yang berlatar lulusan Psikologi, ingin mengenal lebih banyak masyarakat dunia. Dengan prinsip dan niat hati dari kebaikan itulah, ia berani dan bertekad keliling dunia sembari memperkenalkan negerinya (Iran), agar masyarakat dunia berkunjung, berwisata ke Iran. Kedatangannya ke sejumlah negara dengan bersepeda, sama sekali tak membawa misi “politik” dimana konstelasi di negaranya sedang berseteru dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menariknya, ia bersepeda dengan kekuatan modal sendiri, dibantu sebagian oleh sponsor. “Saya mengakui sulit sekali mendapat dukungan sponsor untuk perjalanan ini. Jadi saya memulai dengan menjual mobil untuk mendukung perjalanannya,” kisah Arezoo.
Sangat beruntung saat tiba di Jakarta, ia mendapat dukungan sponsor dari AFK Beauty Skin Clinic dimiliki Ade Fitri Kirana, yang memberikan perawatan wajah bagi Arezoo. Karena dalam perjalanannya bersepeda, Arezoo melintasi berbagai negara dengan iklim tropis, sehingga memang membutuhkan perawatan spesial bagi wajahnya, meski ditutup rapat dengan masker.
Arezoo kini bersiap mengayuh sepedanya menuju Bali, diperkirakan menghabiskan waktu sekitar sebulan. Selama perjalanannya, ia terbiasa menginap di tendanya sendiri. Setelah dari Bali, Arezoo melanjutkan terbang ke India, Pakistan dan kembali ke negaranya.
Jurnalis: abriyanto








