BANYUWANGI,Beritalima.com – Niat membersihkan sampah justru berujung petaka. Dua rumah warga di Dusun Simbar 2, RT 01/RW 06, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Selasa (11/08/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.12 WIB itu membuat warga sekitar panik. Kobaran api dengan cepat membesar karena kondisi cuaca panas dan hembusan angin cukup kencang.
Informasi yang dihimpun, api diduga bermula ketika seorang pekerja yang sedang membersihkan rumah milik Sutik membakar sampah di sekitar halaman. Rumah tersebut diketahui dalam kondisi kosong karena baru dibeli oleh anak Sutik yang bekerja di luar negeri.
Diduga api dari pembakaran sampah kemudian membesar dan tersambar angin dari arah utara menuju selatan. Kobaran api selanjutnya menjalar hingga membakar rumah milik Sugianto, yang berada tepat di sebelahnya.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena saat kejadian Sugianto sedang berada di dalam rumah dalam kondisi sakit dan tengah berbaring.
Beruntung, anak Sugianto yang baru pulang dari sekolah mengetahui rumahnya terbakar. Warga pun berdatangan dan berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kencangnya hembusan angin membuat api sulit dikendalikan. Kobaran api semakin membesar hingga akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Sugianto akhirnya berhasil keluar dari rumah dan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas Tagana Banyuwangi, Sarimun, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, dua rumah terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda.
“Rumah milik Sutik mengalami rusak berat dengan perkiraan kerugian sekitar Rp70 juta, sedangkan rumah milik Sugianto mengalami kerusakan ringan yang ditaksir sekitar Rp25 juta. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp95 juta,” jelasnya.
Sarimun menambahkan, selain melakukan asesmen, pihaknya bersama unsur terkait juga mencatat kebutuhan mendesak para korban pascakebakaran, terutama sandang, pangan, serta peralatan dan bahan bangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Tampo, Hasim Ashari, juga membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Ia menyebut peristiwa itu menjadi perhatian pemerintah desa, terlebih kebakaran terjadi akibat api yang kemudian membesar dan merembet ke bangunan di dekatnya.
“Benar, kejadian kebakaran terjadi di Dusun Simbar 2. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujar Hasim Ashari.
Petugas dari Tagana Banyuwangi, Polsek Cluring, Pemerintah Desa Tampo, serta pemadam kebakaran telah melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama ketika cuaca panas dan angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat berubah menjadi bencana dan merembet ke bangunan di sekitarnya. (Rony//B5)







