Bantah Informasi Sesat, Ketua RW 10 Tapos Beberkan Fakta soal Dugaan Pencemaran

  • Whatsapp

DEPOK | beritalima.com— Ketua RW 10, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Denih, angkat bicara terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pencemaran lingkungan yang disebut berkaitan dengan salah satu perusahaan di wilayahnya.

Deni membantah informasi tersebut. Menurut dia, informasi yang menyebut adanya pencemaran air dan udara, hingga dugaan kematian warga yang dikaitkan dengan aktivitas perusahaan, tidak sesuai dengan kondisi yang diketahui masyarakat di RW 10.

“Saya selaku Ketua RW 10 menyampaikan bahwa informasi yang berkaitan dengan masalah RW 10 dan perusahaan yang ada di lingkungan kami itu tidak benar,” ujar Denih, Rabu (30/9/2026)

Deni mengatakan, pihak yang menyebarkan informasi tersebut bukan merupakan warga RW 10. Ia menyebut orang tersebut merupakan warga RW 9.

Menurut Denih, orang tersebut bahkan sempat datang ke lingkungan RW 10, khususnya RT 1, dan mendatangi sejumlah warga untuk menanyakan kondisi lingkungan serta dugaan dampak yang ditimbulkan perusahaan.
Namun, lanjut Deni, warga yang ditemui justru menyampaikan bahwa kondisi lingkungan mereka tidak seperti yang diberitakan.

“Warga kami menyampaikan bahwa informasi itu tidak benar. Air kami baik-baik saja. Bahkan ketika musim kering, kami meminta air kepada perusahaan tersebut,” katanya.

Deni juga membantah adanya gangguan udara berupa bau yang berasal dari aktivitas perusahaan.
“Udara juga tidak ada masalah. Tidak ada bau yang mengganggu warga,” ujarnya.

Ia menyesalkan apabila terdapat upaya untuk menggiring warga agar memberikan pernyataan tertentu mengenai kondisi lingkungan di wilayah RW 10.

Denih menegaskan, persoalan dugaan pencemaran seharusnya dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengujian oleh instansi yang berwenang, bukan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Ia menyebut pihaknya bersama sejumlah ketua RT telah mengikuti proses pemeriksaan lingkungan yang dilakukan instansi terkait. Pengujian tersebut, menurut Deni, antara lain mencakup air dan udara.

“Beberapa minggu ini kami sering dihubungi salah satu dinas atau instansi terkait untuk hadir menyaksikan pengujian laboratorium air, udara, dan yang lainnya. Kami, Ketua RW dan RT-RT, ikut menghadirinya,” kata Denih.

Deni juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Menurut dia, pihak perusahaan memberikan penjelasan mengenai proses kegiatan usaha, mulai dari bahan yang masuk, proses produksi hingga produk yang keluar.

“Pemilik perusahaan sangat kooperatif. Beliau menjelaskan bagaimana barang masuk, proses produksinya sampai barang keluar. Semuanya disampaikan secara detail,” ujarnya.

Meski demikian, Denih mengatakan pihaknya tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan. Ia menyerahkan sepenuhnya hasil uji laboratorium kepada instansi atau dinas terkait.

“Kalau hasil uji laboratorium keluar dan hasilnya bagaimana pun, sekali lagi kami serahkan kepada instansi atau dinas terkait,” katanya.

Denih menegaskan bahwa pihak RW 10 akan menghormati hasil pemeriksaan resmi tersebut.
Ia juga meminta semua pihak menjaga ketenteraman warga dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan mengganggu kenyamanan dan ketenteraman warga kami. Kami percaya penuh kepada instansi atau dinas terkait,” ujar Denih.

Selain persoalan lingkungan, Denih mengatakan keberadaan perusahaan tersebut selama ini juga memberikan sejumlah kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui kegiatan sosial dan keagamaan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar lingkungan RW 10, saya menyampaikan bahwa lingkungan RW 10 baik-baik saja. Kami berterima kasih kepada pihak perusahaan karena banyak nilai positif yang diterima lingkungan, salah satunya kegiatan sosial dan kegiatan agama,” katanya.

Denih berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Semoga kami selaku warga RW 10 terhindar dari fitnah dunia dan fitnah akhirat,” ucapnya. (yp)

beritalima.com

Pos terkait