TULUNGAGUNG, beritalima.com- Dalam rangka bersih desa dan memperingati HUT RI ke-81, Pemerintah Desa Jatimulyo, Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar wayang kulit semalam suntuk, Sabtu (5/9/29/2026).
Tak sekadar hiburan, pertunjukan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat kerukunan, gotong royong, sekaligus melestarikan budaya lokal.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang kondang asal Tulungagung, Ki Minto Darsono, dengan lakon, “Wahyu Katentreman”. Penampilan tersebut turut dimeriahkan lawak Percil dan disaksikan antusias warga.
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Forkopimcam Kauman, serta Kepala Desa Jatimulyo, Sugiyono.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin mengatakan, ketenteraman harus dibangun mulai dari lingkungan terkecil. Menurutnya, kerukunan dan suasana aman menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Ketenteraman itu dimulai dari diri kita sendiri. Sebagai penerus bangsa, kita harus mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan pengetahuan, kerukunan dan kedamaian,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemerintah dan masyarakat memperkuat gotong royong untuk menciptakan Tulungagung yang damai. Ia menilai sinergi antara warga dan pemerintah, mulai tingkat desa hingga kabupaten, diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Selain itu menjaga kerukunan, lanjutnya, mengapresiasi wayang kulit sebagai media pelestarian budaya sekaligus penyampaian pesan moral.
“Lakon Wahyu Katentreman dapat menjadi refleksi bagi warga untuk menjaga kedamaian, menghormati sesama dan membangun kehidupan sosial yang harmonis,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo, Sugiyono, menambahkan, bersih desa merupakan tradisi tahunan sebagai wujud syukur masyarakat atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi tersebut, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya leluhur, Sekaligus masih berada di tengah bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Alhamdulillah, kegiatan Berlangsung di tengah bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan nilai kebangsaan, keagamaan dan budaya dalam semangat gotong royong,” ucapnya. (Dst/editor Dibyo).








