BANYUWANGI,Beritalima.com – Ada pemandangan tak biasa dalam gelaran “Bulurejo Enek Karnaval” di Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Jika biasanya penonton memberikan saweran kepada dancer atau peserta pawai, kali ini justru terjadi sebaliknya.
Penonton yang dibuat kaget sekaligus sumringah karena mendapatkan saweran dari rombongan pawai.
Sepanjang perjalanan, salah satu rombongan pawai budaya sound horeg terlihat melakukan aksi yang cukup menarik perhatian. Di tengah iring-iringan, seorang pria tampak membawa sejumlah uang pecahan dan membagikannya kepada masyarakat yang berdiri di pinggir jalan.
Bukan hanya diberikan kepada satu atau dua orang. Sesekali uang tersebut bahkan dilemparkan ke arah kerumunan penonton. Sontak, warga yang sejak awal menikmati jalannya pawai langsung dibuat heboh.
Tangan-tangan penonton pun spontan terulur. Ada yang berhasil mendapatkan uang, ada pula yang hanya bisa tersenyum melihat aksi tak biasa tersebut.
Pemandangan itu menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian di sepanjang rute pawai.
Salah seorang penonton, Wily, warga Desa Tampo, mengaku sempat memperhatikan aksi tersebut sejak rombongan melintas di lokasi sebelumnya.
“Saya melihat sejak tadi, dari jalan sana sudah membagi-bagikan uang kepada penonton. Ternyata sampai di sini juga masih,” ujar Wily.
Tak disangka, keberuntungan akhirnya menghampirinya.
Wily mengaku mendapatkan dua lembar uang pecahan Rp5.000, atau total Rp10.000, dari aksi saweran tersebut.
“Alhamdulillah saya dapat dua lembar lima ribuan. Lumayan,” katanya.
Menurut Wily, aksi tersebut terasa berbeda dari saweran yang biasa dilihat dalam pertunjukan hiburan.
“Biasanya kan penonton yang nyawer dancer atau yang tampil. Ini malah penontonnya yang disawer. Jadi bikin kaget dan ramai,” ungkapnya.
Ia menilai orang yang membagikan uang tersebut memang memiliki jiwa dermawan karena memilih berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang datang menikmati pawai.
“Kalau menurut saya ini benar-benar dermawan. Tidak hanya menikmati acara, tetapi juga berbagi kepada orang lain. Penonton jadi ikut senang,” imbuh Wily.

Dari Peserta untuk Penonton
Aksi tersebut pun menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan Bulurejo Enek Karnaval. Di tengah dentuman sound horeg dan beragam atraksi peserta, saweran kepada penonton justru menciptakan kejutan yang tidak diduga sebelumnya.
Masyarakat yang awalnya hanya datang untuk melihat pawai, pulang membawa cerita berbeda.
Ada yang mendapatkan uang, ada yang menyaksikan dari dekat, dan ada pula yang hanya ikut merasakan kemeriahan ketika uang ditebarkan ke tengah kerumunan.
Momen tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain dari sebuah pesta rakyat. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan musik, kostum dan pertunjukan budaya, tetapi juga melalui berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Bagi Wily, nominal yang diterimanya mungkin tidak seberapa. Namun, perhatian dan kejutan yang diberikan peserta menjadi pengalaman yang berkesan.
“Yang penting bukan besar kecilnya. Kita dapatnya karena tidak menyangka. Jadi senang,” ujarnya.

Pawai pun terus bergerak. Dentuman sound horeg kembali mengiringi langkah peserta, sementara penonton tetap antusias mengikuti dari pinggir jalan.
Dan di antara ribuan pasang mata yang menyaksikan, satu kejadian sederhana itu meninggalkan kesan:
Biasanya penonton yang memberi saweran kepada peserta. Kali ini, justru peserta yang membuat penonton ketiban rezeki. (Rony//B5)







