Malang, beritalima.com | Ambisi besar dipasang PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) untuk menghadapi 2026. Setelah membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 30,4 persen pada 2025, perusahaan milik Universitas Brawijaya (UB) itu kini membidik lonjakan hingga 57 persen. Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan bisnis hospitality, transformasi digital, serta optimalisasi unit usaha yang telah dimiliki, alih-alih melakukan ekspansi secara agresif.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BMU memperkuat posisinya sebagai badan usaha perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi instrumen hilirisasi inovasi, peningkatan layanan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam dua tahun terakhir, BMU menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Hingga 2026, jumlah unit usaha meningkat menjadi 14 unit, dari semula tujuh unit saat perusahaan bertransformasi menjadi perseroan. Pada 2025, jumlahnya telah bertambah menjadi sebelas unit. Penguatan struktur bisnis itu juga ditandai dengan lahirnya anak perusahaan baru, PT Brawijaya Core Indonesia, yang dipersiapkan sebagai kendaraan pengembangan bisnis di sektor-sektor strategis.
Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha, Dr. Edi Purwanto, S.TP., M.M., mengatakan sektor hospitality masih menjadi tulang punggung perusahaan karena memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan maupun laba. Untuk memperkuat sumber pertumbuhan baru, BMU juga melakukan konsolidasi bisnis food and beverage (F&B) melalui pembentukan lima Strategic Business Unit (SBU) agar tata kelola usaha semakin profesional, adaptif, dan efisien.
Namun, ekspansi BMU tidak berhenti pada pengembangan bisnis komersial. Perusahaan juga mulai membangun ekosistem layanan yang terintegrasi dengan kebutuhan sivitas akademika Universitas Brawijaya. Salah satunya melalui pengelolaan rumah kos berbasis sistem digital yang mulai dirintis sejak 2025. Program ini dirancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar mampu meningkatkan kualitas layanan hunian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat melalui program Kampung Lingkar Kampus, sebuah model pemberdayaan masyarakat yang mendorong peningkatan kualitas rumah kos milik warga di sekitar kampus agar memenuhi standar layanan dan dapat bermitra dengan BMU.
“Kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong peningkatan kualitas rumah kos di sekitar kampus agar dapat bekerja sama dengan BMU. Jadi keberadaan perusahaan ini bukan hanya memperkuat pendapatan universitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” ujar Edi.
Menghadapi 2026, manajemen memilih fokus pada peningkatan produktivitas 14 unit usaha yang telah dimiliki dibandingkan membuka lini bisnis baru. Langkah tersebut ditempuh melalui efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta evaluasi menyeluruh terhadap unit-unit usaha yang masih mengalami kontraksi.
Bagi BMU, pertumbuhan bukan sekadar mengejar angka. Perusahaan ingin memastikan setiap ekspansi mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, baik bagi Universitas Brawijaya sebagai pemegang saham maupun bagi masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem bisnisnya.
“Kami fokus meningkatkan produktivitas unit usaha yang sudah ada. Langkah efisiensi dan evaluasi akan terus dilakukan agar pertumbuhan perusahaan tetap berkelanjutan,” pungkas Edi. Min/Red








