BPS Aceh Catat Inflasi September 2026 Capai 0,36 Persen

  • Whatsapp

Acèh, Beritalima.com ( Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi di lima kabupaten/kota wilayah perhitungan inflasi pada September 2026 sebesar 0,36 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m).

Lima wilayah tersebut meliputi Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.
Kenaikan inflasi tersebut ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,20 pada Agustus 2026 menjadi 116,62 pada September 2026. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Aceh tercatat sebesar 5,03 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,78 persen dengan kontribusi sebesar 0,30 persen. Secara tahunan, kelompok yang sama mengalami inflasi 5,02 persen dengan kontribusi sebesar 1,92 persen.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi bulanan antara lain cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, ikan tuna, dan semangka. Sementara itu, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan adalah beras, nasi dengan lauk, emas perhiasan, bensin, dan daging ayam ras.

Secara tahunan, seluruh wilayah perhitungan inflasi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 5,86 persen, sedangkan terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,61 persen. Secara bulanan, Meulaboh justru mengalami deflasi 0,04 persen, sementara wilayah lainnya mengalami inflasi.

Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 0,59 persen, sedangkan terendah tercatat di Kota Banda Aceh sebesar 0,25 persen.

Selain inflasi, BPS Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 mencapai 129,21 atau meningkat 0,90 persen dibandingkan Agustus 2026. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mencapai 163,15, naik 1,10 persen, dengan kopi, jagung, dan kelapa sawit menjadi komoditas utama penyumbang kenaikan.

Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) tercatat 126,27 atau naik 0,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan Ib adalah cabai merah, beras, dan daging ayam ras.

Pada sektor perdagangan luar negeri, BPS mencatat neraca perdagangan Aceh mengalami defisit sebesar US$8,67 juta pada Agustus 2026. Nilai ekspor mencapai US$74 juta, sedangkan impor sebesar US$82,67 juta. Ekspor Aceh turun 11,94 persen dibandingkan Juli 2026 dan didominasi batubara senilai US$44,08 juta atau 59,56 persen dari total ekspor.

India menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$56,34 juta atau 76,14 persen, terutama untuk komoditas batubara, CPO, dan produk kimia. Sementara itu, impor Aceh didominasi gas propana/butana dari Amerika Serikat senilai US$76,06 juta.

Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Agustus 2026 mencapai 4.031 kunjungan, meningkat 42,04 persen dibandingkan Juli 2026, tetapi turun 6,56 persen dibandingkan Agustus 2025. Pada periode yang sama, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 26,04 persen, sedangkan hotel non-bintang 18,47 persen.

Untuk transportasi, jumlah penumpang penerbangan domestik yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Agustus 2026 mencapai 21.941 orang, turun 3,80 persen secara bulanan.

Penumpang penerbangan internasional mencapai 10.037 orang atau turun 1,68 persen dibandingkan Juli 2026. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut di seluruh Aceh mencapai 74.878 orang, turun 32,04 persen secara bulanan, tetapi naik 1,71 persen dibandingkan Agustus 2025.(**)

beritalima.com

Pos terkait