SURABAYA, beritalima.com | Antusiasme generasi muda terhadap dunia politik menjadi sorotan dalam kunjungan Komunitas Gelora Juang Surabaya ke Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (14/7/2026). Dalam dialog yang berlangsung bersama anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono dan Baktiono, banyak peserta, terutama mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar politik hingga mekanisme bergabung dengan PDI Perjuangan.
Budi Leksono mengaku terkejut dengan tingginya minat peserta terhadap pembahasan politik. Menurutnya, sejumlah peserta bahkan secara langsung menanyakan cara bergabung dengan PDI Perjuangan serta ingin mengetahui lebih jauh mengenai ideologi partai dan pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno.
“Saya dikejar dengan pertanyaan-pertanyaan terkait PDI Perjuangan. Mereka sangat responsif dan antusias mengikuti diskusi tentang liku-liku dunia politik. Ini menjadi tantangan bagi PDI Perjuangan untuk terus mempertahankan konsistensinya sebagai partai pejuang,” ujar Bulek sapaan akrabnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai meningkatnya ketertarikan anak muda terhadap politik merupakan sinyal positif bagi regenerasi kepemimpinan bangsa.
Menurutnya, partai politik harus mampu membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam proses demokrasi.
Budi menjelaskan, saat ini PDI Perjuangan tengah menjalankan proses konsolidasi organisasi lima tahunan, mulai dari tingkat bawah hingga pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran). Dalam proses tersebut, partai memberikan perhatian khusus terhadap regenerasi kepengurusan.
Ia mengungkapkan, terdapat target agar komposisi kepengurusan diisi sekitar 40 persen oleh kalangan Generasi Z sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi kader.
“Kebetulan sekarang kita sedang ada agenda lima tahunan sampai Musran. Di kepengurusan nanti juga ada target sekitar 40 persen berasal dari Gen Z. Ini bagian dari regenerasi yang harus terus kita lakukan,” jelasnya.
Menurut Budi, selama ini masih banyak anak muda yang enggan atau merasa malu untuk terlibat dalam aktivitas politik. Karena itu, kegiatan dialog seperti di DPRD menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi politik sekaligus menghilangkan stigma negatif terhadap partai politik.
Ia juga mendorong semakin banyak perempuan muda untuk berani terjun ke dunia politik. Sebab, keterwakilan perempuan dalam politik masih menjadi tantangan yang harus dipenuhi oleh partai politik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini kesempatan untuk bersosialisasi kepada anak-anak muda, termasuk mahasiswa. Perempuan juga harus berani terlibat. Keterwakilan perempuan itu penting dan sering kali tidak mudah untuk dipenuhi. Karena itu, edukasi politik seperti ini harus terus dilakukan,” katanya.(Yul)








