Bukan Barisan Biasa, Kades dan Dua Kadus Plampangrejo Tetap Jalan Kaki Rayakan HUT RI ke-81

  • Whatsapp
Foto: Barisan istimewa Kepala desa dan dua orang Kadus ikut gerak jalan disela barisan 70 peserta di HUT RI ke 81. (Doc, Rony Subhan)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Ada pemandangan menarik di tengah semarak gerak jalan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Di antara puluhan barisan peserta, tampak hanya tiga orang yang berjalan bersama dalam satu barisan khusus.

Mereka bukan peserta biasa. Tiga orang tersebut adalah Kepala Desa Plampangrejo Yudi Wiyono bersama dua Kepala Dusun, yakni Kepala Dusun Krajan dan Kepala Dusun Rumping. Kamis (13/08/2026).

Bacaan Lainnya

Ketiganya tetap bersemangat mengikuti gerak jalan menyusuri jalan desa, meski barisan kehormatan Pemerintah Desa Plampangrejo yang diikuti perangkat desa, Linmas, BPD, jogotirto dan unsur lainnya telah berjalan lebih dahulu.

Tanpa pengawalan khusus dan tanpa harus berada di barisan paling depan, Yudi Wiyono bersama dua kepala dusun tersebut tetap melangkahkan kaki. Mereka memilih menikmati suasana gerak jalan dari tengah masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya milik pelajar atau peserta lomba, tetapi milik semua warga.

Yudi Wiyono mengatakan, keikutsertaannya bersama dua kepala dusun merupakan bentuk sederhana untuk ikut merasakan kegembiraan masyarakat dalam memperingati HUT RI.

“Ini bukan soal siapa yang paling depan atau siapa yang paling belakang. Yang penting kita bersama-sama memperingati kemerdekaan. Saya bersama dua kepala dusun ingin ikut merasakan semangat masyarakat, terutama anak-anak yang hari ini begitu antusias mengikuti gerak jalan,” ujarnya.

Menurut Yudi, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting karena dapat mempererat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Dengan berjalan bersama, suasana terasa lebih dekat dan tidak ada sekat antara pemimpin dengan warga.

“Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi tradisi yang bisa kita jaga. Bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga untuk mempererat guyup rukun masyarakat Plampangrejo,” tambahnya.

Kehadiran kepala desa bersama dua kepala dusun itu pun mendapat perhatian warga. Bagi masyarakat, langkah kaki ketiganya menjadi simbol sederhana bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu berdiri di depan, tetapi sesekali perlu turun dan berjalan bersama masyarakat.

Ely, salah seorang warga, memberikan apresiasi. Menurutnya, apa yang dilakukan Yudi Wiyono bersama dua kepala dusun patut mendapat pujian karena menunjukkan kekompakan sekaligus keteladanan.

“Menurut saya bagus sekali. Pak Kades dan dua kepala dusun mau ikut jalan bersama. Meskipun barisan pemerintah desa sudah berangkat duluan, mereka tetap semangat. Ini menunjukkan pemimpinnya kompak dan mau menyatu dengan masyarakat,” tutur Ely.

Ia menilai, keikutsertaan para pemimpin desa dalam kegiatan sederhana seperti gerak jalan justru membuat suasana kemerdekaan semakin terasa.

“Kadang yang seperti ini justru yang diingat masyarakat. Bukan hanya soal acaranya, tetapi bagaimana pemimpinnya mau hadir dan ikut merasakan apa yang dirasakan warganya. Semoga kekompakan seperti ini terus dipertahankan,” pungkasnya.

Tiga pasang langkah itu mungkin terlihat sederhana. Namun di balik langkah kaki Kepala Desa Plampangrejo dan dua kepala dusun tersebut, terselip pesan bahwa semangat kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika pemimpin dan masyarakat berjalan dalam satu semangat: guyup, rukun dan bersama. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait