BANYUWANGI,Beritalima.com – Suasana perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung meriah. Puluhan kelompok masyarakat tumpah ke jalan mengikuti karnaval kirab budaya bertajuk “Bulurejo Enek Karnaval”.
Sebanyak 20 kelompok peserta dari empat dusun, yakni Dusun Bulurejo, Ngadimulyo, Ngadirejo dan Tambakrejo, ikut ambil bagian dalam parade budaya tersebut. Mereka berjalan menyusuri rute jalan desa sepanjang kurang lebih 4 kilometer, menyuguhkan beragam kreativitas, kostum dan atraksi yang mengundang perhatian warga.
Dentuman sound horeq turut mengiringi perjalanan peserta. Sepanjang rute, warga tampak antusias menyaksikan rombongan yang silih berganti melintas. Jalan desa pun berubah menjadi panggung terbuka, tempat masyarakat menampilkan kreativitas sekaligus merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.
Namun, kemeriahan Bulurejo Enek Karnaval tidak hanya berhenti pada hiburan. Di balik parade budaya tersebut, terdapat misi lain yang tak kalah penting, yakni mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan mengangkat keberadaan pelaku UMKM Desa Bulurejo.
Keramaian warga menjadi peluang bagi pedagang lokal untuk menawarkan berbagai produk makanan, minuman maupun usaha kreatif lainnya. Dengan demikian, pesta rakyat tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil.
Kepala Desa Bulurejo, Widarto, mengatakan pelaksanaan karnaval merupakan bentuk kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.
Menurutnya, pemerintah desa sengaja melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, lembaga desa hingga perangkat desa agar peringatan HUT RI benar-benar menjadi milik seluruh warga.
“Semua elemen masyarakat, lembaga desa dan perangkat desa kami harapkan ikut bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan ini. Karena kemerdekaan adalah milik kita semua, sehingga semangat kebersamaan harus terus dijaga,” ujar Widarto.
Ia menambahkan, kemeriahan acara harus tetap diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Terlebih, jumlah masyarakat yang terlibat maupun yang datang menyaksikan cukup banyak.
Windarto berharap seluruh peserta mengikuti kesepakatan dan arahan petugas selama kegiatan berlangsung. Pengamanan juga melibatkan petugas Kepolisian yang dibantu TNI, Linmas serta jajaran terkait lainnya.
“Kami berharap acara ini bisa terselenggara dengan baik, aman dan tertib. Peserta maupun masyarakat yang menyaksikan kami imbau tetap mengikuti arahan petugas. Mari kita jaga bersama agar kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan tidak mengganggu ketertiban,” pesannya.

Bendera Start Dikibarkan, Karnaval Resmi Dimulai
Semangat peserta semakin terasa ketika Kepala Desa Widarto mengambil posisi di titik pemberangkatan. Peserta pertama telah bersiap dengan rombongannya masing-masing.
Sesaat kemudian, bendera start dikibarkan. Karnaval “Bulurejo Enek Karnaval” pun resmi diberangkatkan.
Rombongan pertama bergerak perlahan, disusul kelompok berikutnya. Tepuk tangan dan sorak warga mengiringi langkah para peserta. Kreativitas yang mereka tampilkan menjadi daya tarik tersendiri sepanjang perjalanan.
Satu per satu kelompok melewati rute yang telah ditentukan. Perbedaan latar belakang, usia dan kelompok masyarakat melebur menjadi satu dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Bagi warga Bulurejo, momentum tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua KBSB (Keluarga Besar Sound System Banyuwangi) Kang Sahrir, mengapresiasi kesepakatan bersama yang telah dibangun seluruh pihak sebelum kegiatan berlangsung.
Ia menekankan bahwa kemeriahan karnaval harus tetap berjalan beriringan dengan keamanan dan ketertiban. Seluruh peserta diharapkan mematuhi aturan yang telah disepakati agar acara dapat berlangsung lancar hingga rombongan terakhir mencapai garis akhir.
“Kita berharap acara ini selesai dengan tertib dan sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama. Intinya, kita ingin merayakan HUT RI dengan meriah, tetapi tetap aman, tertib dan kondusif,” kata Kang Sahrir.
Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk saling menghormati serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan selama karnaval berlangsung.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Mari kita jaga keamanan bersama, dengarkan imbauan petugas dan jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu jalannya acara,” imbuhnya.
Bulurejo Enek Karnaval akhirnya bukan sekedar parade merayakan kemerdekaan. Empat dusun, 20 kelompok peserta dan ribuan mata yang menyaksikan berpadu dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan dengan budaya, kebersamaan dan sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Dari jalan desa sepanjang sekitar empat kilometer, Bulurejo menunjukkan bahwa kemeriahan HUT RI bukan hanya tentang pesta, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat ikut mengambil bagian, menampilkan kreativitas, menjaga persaudaraan dan memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk ikut tumbuh. (Rony//B5)







