Yogyakarta, beritalima.com|- Anggota Komisi VI DPR RI, Subardi meminta agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pariwisata dan transportasi bisa mengambil peran lebih besar di Yogyakarta. Ia mendorong adanya evaluasi serta sinergi kuat agar pelayanan transportasi dan pengelolaan objek wisata di Jogja bisa saling terhubung demi kenyamanan masyarakat.
“Apa yang dibahas adalah bagaimana menangani konsolidasi pada melakukan evaluasi berkaitan sinergitas mereka yang bermain ataupun berkecimpung di dalam objek pariwisata di Jogja. Sehingga pelayanan betul-betul terintegrasi tak hanya mengajak BUMN, tapi juga pemerintah daerah, dengan masyarakat, dengan pelaku bisnis,” kata Subardi dalam agenda Kunjungan Kerja spesifik di Yogyakarta, DIY (21/5).
Ia menjelaskan, potensi wisata di Jogja saat ini sangat melimpah, namun ketersediaan angkutan umum atau transportasi penunjang dari BUMN dinilai masih sangat minim. Salah satu contohnya di daerah Gunungkidul dengan deretan pantai sepanjang 80 kilometer, namun baru tersentuh oleh satu armada DAMRI saja.
“Padahal ada berapa titik? Ratusan titik di sana. Ada wisata alam, ada wisata religius, ada wisata yang ada heritage, banyak banget. Tapi belum tersentuh (BUMN), yang menyentuh mereka swasta semua,” paparnya.
Melihat kondisi di lapangan di mana sekitar 70 persen objek wisata justru dikelola secara mandiri oleh pihak swasta, Komisi VI DPR RI menegaskan BUMN transportasi harus bergerak cepat menjadi penggerak utama menyediakan aksesibilitas mudah bagi wisatawan dari bandara ke lokasi wisata.
Hasil pantauan dan data masalah yang ditemukan selama di Jogja ini nantinya akan dijadikan modal penting bagi Komisi VI DPR RI untuk dibahas dalam rapat pengambilan kebijakan bersama jajaran kementerian terkait di Jakarta.
Jurnalis: abri/rendy








