Cek Sound Horeg, Tokoh Tua Desa Tamanagung Duduk Bersila di Depan Sesaji

  • Whatsapp
Foto: Sound mulai diuji, sejumlah warga lebih dahulu menggelar selamatan dan doa bersama sebagai bagian dari persiapan kegiatan. (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Suasana berbeda terlihat menjelang pelaksanaan kirab budaya sound horeg di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Sebelum perangkat sound mulai diuji, sejumlah warga lebih dahulu menggelar selamatan dan doa bersama sebagai bagian dari persiapan kegiatan.

Tradisi tersebut berlangsung pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, menjelang pelaksanaan cek sound. Sejumlah tokoh dan warga berkumpul di lokasi persiapan acara.

Bacaan Lainnya

Di tengah suasana tersebut, seorang tokoh yang dituakan dan menjadi pemangku wilayah, Paidi, tampak duduk bersila di depan sesaji. Ia kemudian mengucapkan rangkaian doa dan ungkapan dalam bahasa Jawa.

Prosesi itu menjadi bagian dari tradisi warga sebelum memasuki rangkaian kegiatan. Setelahnya, doa bersama juga akan dipimpin oleh tokoh agama sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran selama acara berlangsung.

Kepala Dusun Budbrong menjelaskan, selamatan tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum kegiatan kirab budaya sound horeg digelar.

“Ini bagian dari persiapan. Sebelum acara, ada selamatan dan doa bersama. Yang memimpin nanti juga ada tokoh agama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sound horeg sekaligus kirab budaya tersebut akan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Sedikitnya terdapat 20 peserta yang akan mengikuti kirab.

Rombongan nantinya menempuh rute sekitar 3 kilometer, dengan melintasi wilayah dua dusun, yakni Dusun Sumberwaru dan Dusun Sumberjeruk.

Kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang menampilkan perangkat sound dengan kekuatan suara masing-masing. Kirab juga dikemas sebagai bagian dari hiburan dan kegiatan budaya masyarakat desa, yang melibatkan warga di sepanjang jalur yang dilalui.

“Pesertanya sekitar 20. Besok akan dikirab kurang lebih tiga kilometer, melewati dua dusun, Sumberwaru dan Sumberjeruk,” terang Kepala Dusun Budbrong.

Menariknya, sebelum dentuman sound horeg memenuhi jalur kirab, warga lebih dahulu memulai rangkaian kegiatan dengan suasana yang jauh lebih khidmat. Doa dan selamatan menjadi pembuka, sementara kemeriahan kirab baru akan berlangsung keesokan harinya.

Perpaduan antara tradisi selamatan, doa bersama dan kemeriahan sound horeg inilah yang menjadi warna tersendiri dalam kegiatan masyarakat Tamanagung. Bagi warga, rangkaian tersebut menjadi cara untuk mempersiapkan kegiatan sekaligus berharap seluruh proses kirab berjalan aman, tertib dan lancar. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait