Clossing Ceremony Invirotech 2026, Wamen LH: Program Prioritas MBG Jangan Dihentikan

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com – Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) selama tiga hari, 11 – 13 Juni 2026 diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), di Jakarta International Convention Center (JICC).

Pameran teknologi lingkungan yang menghadirkan generasi Gen Z dan Alpha dilaksanakan Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL). Rasio Ridho Sani juga melaksanakan konferensi, forum ke ijakan, business matching, coaching clinic, workshop hingga simulasi skema perdagangan karbon. Bahkan masyarakat umum khususnya didominasi generasi Gen Z dan Alpha dapat mengakses dan berkonsultasi langsung mengenai berbagai layanan KLH/BPLH di lokasi acara.

Pembukaan oleh Menteri LH/Kepala BPLH Moch. Jumhur Hidayat, closing ceremony oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH, endingnya dihibur oleh musik dan membuat para peserta gembira ria bersama Sestama, Deputi PPKL dan jajaran KLH serta dilengkapi oleh generasi Gen Z dan Alpha.

Pameran teknologi dijelaskan Wamen LH Diaz Hendropriono usai closing ceremony, beberapa inovator yang ada di JICC sudah tidak asing dengan beberapa perusahaan.

“Jadi ada insinerator, ada PLTS. Saya rasa semuanya asalkan sesuai dengan baku mutu yang ada,” tandas Wamen Diaz Hendropriono.

Menurutnya semua teknologi apapun bisa mendukung pembangunan kendati semua pembangunan pasti ada dampaknya, ” Pembangunan mau tumbuh kita butuh produkai plastik, pembangunan mau tumbuh kita butuh energi tapi bagaimana pembangunan ini supaya bisa sustainable dan tidak merusak lingkungan,” terangnya.

Lebih lanjut ditegaskan Diaz Hendropriono, selain pameran teknologi. Mendukung prioritas Presiden RI Prabowo Subianto terkait MBG bahwa inovasi tidak akan berjalan kalau manusianya tidak siap. Salah satunya karena IQ nya tinggi, di jaman Soeharto juga ada program seperti itu bahkan ada perpresnya dan berhenti karena krisis ekonomi.

“Maka dari itu pemenuhan gizi seperti MBG itu perlu dijalankan. Jangan sampai ada yang memghentikan, ini program yang sangat bagus. Jangan dihentikan dan harus diteruskan,” jelasnya.

Ditambahkan Diaz, Kementerian Lingkungan Hidup dengan inovasi yang ada, sekarang siap untuk program prioritas Presiden berjalan tanpa dengan mengimplementasikan safeguard safeguard yang ada. Salah satunya SPPG Gorontalo tapi adanya di Labuan Bajo, itu karena safeguard – safeguard yang ada. Program itu berjalan tanpa harus menimbulkan memproduksi sampah organik yang unnecesaary.

“Jadi sampah-sampah organiknya itu dikelola dengan baik. Seperti yang dikelola SPPG Gerontalo di Labuan Bajo dan minyak jelantahnya pun juga dikelola, diberikan ke (mohon maaf untuk yang non-muslim), tapi ke peternakan babi. Sehingga tidak ada sampah organik sama sekali, termasuk minyak jelantah,” jelasnya

Juga SPPG yang di halim, itu justru ada cerita yang lebih baik lagi. Di Halim itu pengelolaan limbahnya, KLH membantu dengan memberikan ipal. Dan karena ada ipal di situ, limbahnya itu airnya sudah lolos baku mutu tentunya. Dan bisa membuat irigasi dan bisa mengirigate sawah di sampingnya.

“Dan sawah itu sudah tiga kali panen. Artinya apa? Dengan program SPPG yang ada, jika kita kelola dengan baik, ipal yang kita kelola sampai dengan baik, ini bisa meningkatkan ketahanan pangan sehingga circularity Itu berjalan,” terangnya.

KLH di sini dengan inovasi-inovasi yang ada ungkap Wamen, mencari bagaimana caranya agar program-program prioritas presiden ini bisa mencapai circularity yang baik khususnya seperti yang ada di Halim itu.

Karena dengan itu ketahanan pangan pungkasnya, naik sawahnya bisa panen tiga kali dalam setahun, dan bisa memberikan makan kepada masyarakat lain.

“Jadi, inovasi-inovasi hari ini itu sangat berguna untuk mengconect link dalam mata rantai ekosistem sirkular ini dan program prioritas Bapak Presiden bisa berjalan dengan ramah lingkungan,” pungkas Wamen LH Diaz.

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait