Dapur MBG Jadi Sorotan, Sudaryono Minta KTNA Tak Tinggal Diam

  • Whatsapp
Dapur MBG Jadi Sorotan, Sudaryono Minta KTNA Tak Tinggal Diam
Dapur MBG Jadi Sorotan, Sudaryono Minta KTNA Tak Tinggal Diam

BATU, beritalimacom | Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu tidak hanya menjadi forum konsolidasi petani dan nelayan dari berbagai daerah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono secara khusus meminta jajaran KTNA ikut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan Sudaryono saat membuka Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (19/9/2026).

Sudaryono menegaskan, KTNA memiliki peran strategis untuk ikut memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan, kata dia, diperlukan terutama apabila ditemukan dapur MBG yang bermasalah, termasuk terkait kelengkapan perizinan.

“Kami meminta KTNA ikut mengawasi MBG dan mengawal jika ada dapur yang nakal atau tidak lengkap perizinannya, laporkan,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, keterlibatan KTNA di tingkat daerah dapat menjadi bagian dari pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program MBG. Apabila terdapat temuan di lapangan, masyarakat maupun organisasi terkait diharapkan tidak membiarkannya, tetapi menyampaikan laporan melalui jalur yang tersedia.

Kehadiran Sudaryono dalam forum nasional tersebut sekaligus menegaskan keterkaitan sektor pertanian dengan program MBG. Pasalnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya menyangkut penyediaan makanan bergizi, tetapi juga berkaitan dengan rantai pasok pangan yang melibatkan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga penyedia bahan pangan.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 berlangsung pada 19–23 September 2026 dan diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta terdiri dari petani, nelayan, hingga pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan.

Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) hadir memberikan materi sekaligus membuka kegiatan tersebut. Ia disambut Wali Kota Batu Nurrohman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.

Sejumlah pengurus HKTI Provinsi Jawa Timur serta HKTI se-Malang Raya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menyinggung kedekatan KTNA dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut hubungan tersebut telah terjalin sejak lama.

“Ketua umum KTNA ini membersamai Presiden Prabowo sejak dulu. KTNA sahabat-sahabat dekatnya Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Sudaryono menilai kekuatan KTNA tidak hanya terletak pada struktur organisasinya, tetapi juga pada kebersamaan para anggotanya dalam berbagai kondisi.

“KTNA terasa istimewa karena kawan saat di segala kondisi, baik susah maupun senang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyoroti potensi sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian penting dalam pengembangan ekonomi Kota Batu.

Menurut Heli, potensi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan UMKM, khususnya pelaku usaha yang mengolah dan memasarkan produk unggulan berbasis pertanian maupun perikanan.

Dalam forum tersebut, pembahasan juga menyentuh pentingnya standardisasi produk serta dukungan pemerintah daerah melalui rekomendasi untuk memperluas pengembangan dan pemasaran produk unggulan.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 di Kota Batu menjadi ruang konsolidasi antara petani, nelayan, pelaku usaha dan pemerintah untuk membahas berbagai persoalan sektor pertanian sekaligus memperkuat kontribusi sektor pangan dalam mendukung program nasional, termasuk MBG.

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait