PALEMBANG,BeritaLima.Com.
Sebuah babak baru dalam dunia pemasyarakatan di Sumatera Selatan resmi dibuka. Tidak lagi berjalan sendiri, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumsel kini menggandeng dua kekuatan besar masyarakat sipil: Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan dan Universitas Muhammadiyah Palembang. ( 04/08/2026)
Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), ketiga institusi ini menyatukan visi untuk mengubah wajah pembinaan warga binaan. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah strategi konkret untuk memasukkan nilai-nilai keagamaan, pendidikan akademis, dan pengembangan sumber daya manusia ke dalam tembok-tembok lembaga pemasyarakatan.
Yulius Sahruzah, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumsel, menekankan bahwa kunci keberhasilan rehabilitasi narapidana terletak pada kolaborasi.
“Keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh internal organisasi, tetapi juga oleh dukungan aktif perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan,” tegasnya.
Di bawah payung kerja sama ini, sejumlah program inovatif akan digulirkan. Mulai dari pembinaan keagamaan yang lebih terstruktur bersama Muhammadiyah, hingga kesempatan bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang untuk melakukan praktik lapangan dan penelitian langsung di lingkungan pemasyarakatan. Bagi petugas, ini berarti akses terhadap pelatihan kompetensi yang lebih mutakhir.
“Penandatanganan yang disaksikan oleh jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-Sumsel ini dipimpin langsung oleh Yulius Sahruzah, bersama Ketua PW Muhammadiyah Sumsel Ridwan Hayatuddin dan Rektor Unmuha Prof. Dr. Abid Djazuli. Harapan besarnya jelas: menciptakan warga binaan yang tidak hanya sadar hukum, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan keterampilan hidup yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat. ( Nn)







