PALEMBANG, BeritaLima.Com
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Salatin, Palembang, pada Selasa (30/6/2026) ini dihadiri oleh Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., selaku Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas, serta aparatur pemerintah dan berbagai unsur organisasi di Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung menegaskan bahwa pembinaan kesadaran bela negara menjadi kunci utama dalam memperkuat karakter aparatur pemerintah dan pekerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta dinamika global. Ia menyoroti bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini telah bergeser dan meluas, tidak hanya berasal dari aspek militer, tetapi juga ancaman nonmiliter seperti penyebaran paham radikalisme, disinformasi, hingga dampak negatif kemajuan teknologi digital.
“Nilai-nilai bela negara harus terus ditanamkan agar masyarakat semakin mencintai bangsa dan negara serta tidak kehilangan jati diri yang berlandaskan Pancasila. Ancaman yang kita hadapi saat ini semakin kompleks, dan justru ancaman nonmiliter memiliki dampak yang sangat besar,” ujar Parluhutan Marpaung.
Ia berharap para peserta yang hadir dapat menjadi agent of change atau agen perubahan yang mampu meneruskan dan menyosialisasikan nilai-nilai bela negara, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat luas.
Sementara itu, Asisten III Setda Kota Palembang, H. Ir. Akhmad Bastari, yang mewakili Wali Kota Palembang, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertahanan RI atas dipilihnya Kota Palembang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis tersebut. Menurut Bastari, sosialisasi bela negara sangat vital untuk memperkuat semangat nasionalisme, khususnya bagi aparatur pemerintah yang memiliki tanggung jawab moral menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan ini dilanjutkan dengan serangkaian pemaparan materi dari sejumlah narasumber ahli. Brigjen Parluhutan Marpaung membuka sesi dengan paparan fundamental mengenai konsep bela negara. Selanjutnya, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Muhammad Yamin, M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Mencegah Radikalisme, Menjaga Palembang, Membela Negara”, yang fokus pada strategi pencegahan radikalisme dan terorisme.
Tantangan era digital juga menjadi sorotan utama melalui paparan Cevi Nugraha, Kotim Bakohumas/Pranata Humas Ahli Muda, yang membahas peran media dalam menghadapi tantangan disintegrasi bangsa sebagai upaya bela negara di era digital. Materi terakhir disampaikan oleh Plt Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kota Palembang, Andi Anugraha Sanjaya, S.T., yang mengangkat tema peran kearifan lokal dalam konteks bela negara di Kota Palembang.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertahanan berharap nilai-nilai bela negara semakin mengakar kuat di kalangan aparatur pemerintah, pekerja, dan masyarakat, sehingga terbentuk benteng kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di era digital ( Nn)








