Detik-detik Mencekam Perahu Jurek Dihantam Ombak di Pelawangan Laut Grajagan

  • Whatsapp
Foto: Sejumlah ABK Jurek yang selamat di interogasi oleh pihak kepolisian, menguak detik detik kapalnya karam di Pelawangan laut grajagan. (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima com – Suasana tenang di Pelawangan laut Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, mendadak berubah menjadi kepanikan ketika sebuah perahu jurek yang baru pulang melaut dihantam gelombang hingga terbalik pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam hitungan menit, puluhan anak buah kapal (ABK) harus berjuang menyelamatkan diri di tengah gelapnya laut.

Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono, mengatakan kronologi tersebut diperoleh dari keterangan para ABK yang selamat.

Bacaan Lainnya

“Menurut keterangan para saksi, saat itu perahu Inovasi baru kembali dari melaut dengan membawa hasil tangkapan. Ketika memasuki Pelawangan Grajagan, kondisi laut pada awalnya terlihat tenang,” ujar IPTU Agus.

Namun situasi berubah sangat cepat. Perahu tiba-tiba terseret arus hingga keluar dari jalur yang semestinya. Belum sempat nahkoda menguasai keadaan, gelombang berikutnya datang lebih besar dan menghantam badan kapal.

“Mesin kapal saat itu masih hidup, tetapi setelah dihantam ombak besar mesin kemudian mati. Nahkoda tidak lagi bisa mengendalikan arah perahu hingga akhirnya kapal terbalik,” jelasnya.

Dalam sekejap, suasana berubah menjadi mencekam. Puluhan ABK yang berada di atas perahu tercebur ke laut. Di tengah gelapnya dini hari, masing-masing berusaha menyelamatkan diri dengan kemampuan yang dimiliki. Ada yang berenang menjauh dari kapal, sementara yang lain bertahan dengan berpegangan pada galon dan benda-benda yang dapat mengapung agar tidak terseret arus.

Menurut IPTU Agus, kepanikan tidak dapat dihindari karena seluruh peristiwa berlangsung sangat cepat. Ombak dan arus yang kuat membuat para ABK berpencar di tengah laut sebelum akhirnya sebagian berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang datang memberikan pertolongan.

“Akibat kejadian tersebut, dua ABK ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan bersama nelayan setempat,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan besarnya tantangan yang dihadapi nelayan saat melintasi Pelawangan Grajagan. Meski telah menjadi jalur yang setiap hari dilewati untuk menuju maupun kembali dari Samudra Hindia, perubahan arus dan gelombang di kawasan tersebut dapat terjadi dalam waktu singkat.

Kapolsek Purwoharjo mengimbau seluruh nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat melaut.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan. Pastikan kondisi cuaca, arus, dan gelombang sebelum melintas di Pelawangan Grajagan. Jangan memaksakan masuk atau keluar apabila kondisi laut tidak memungkinkan, karena keselamatan jiwa adalah yang utama,” pungkas IPTU Agus. (Rony/B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait