Jenewa, beritalima.com|- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan dalam Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.
Pesan utama Menaker jelas, yaitu di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan perubahan dunia kerja yang cepat, pekerja harus tetap memiliki keterampilan, peluang kerja, dan pelindungan yang layak.
“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat pelindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” ujar Menaker (8/6).
Menurut Menaker, isu ini penting bagi masyarakat karena perubahan dunia kerja sudah mulai memengaruhi cara orang bekerja, mencari pekerjaan, dan bertahan di pasar kerja. Anak muda membutuhkan pengalaman kerja, lulusan sekolah membutuhkan pelatihan yang relevan, sementara pekerja di sektor digital dan sektor berisiko membutuhkan pelindungan yang lebih kuat.
Dalam forum tersebut, Menaker menekankan arahan Presiden, penguatan keterampilan tenaga kerja masa depan menjadi prioritas nasional. Salah satunya dilakukan melalui Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.
Menaker menyebutkan, Program Pemagangan Nasional telah menjangkau 100.000 peserta pada tahun lalu dan targetnya meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini. Selain itu, Pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta.
“Program-program ini juga memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan,” terang Menaker.
Menaker menambahkan, penguatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Dalam pidatonya, ia memaparkan sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, dan proyek hilirisasi, sebagai bagian dari agenda penciptaan jutaan lapangan kerja baru.
Dikemukakan Menaker, instrumen ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan sebagai komitmen Indonesia terhadap kerja layak, kesehatan, dan keselamatan pekerja, termasuk awak kapal perikanan.
Indonesia juga mencatat kemajuan dalam penyusunan kebijakan nasional bagi pekerja platform digital. Menaker menegaskan, pelindungan dan kesejahteraan pekerja platform menjadi bagian penting dari respons Indonesia terhadap perkembangan ekonomi digital dan perubahan pola kerja.
Jurnalis: dedy/abri








