Di Muktamar NU, Presiden: Jutaan Rakyat Diangkat Keluar dari Kemiskinan

  • Whatsapp
Di Muktamar NU, Presiden: Jutaan rakyat siangkat keluar dari kemiskinan (foto: setpres)

Jombang, beritalima.com| – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, strategi transformasi bangsa yang tengah dijalankan pemerintah fokus pada upaya mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat secara resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur (13/8).

Kepala Negara menyampaikan, pesan dari Rais Aam terpilih dalam Muktamar ke-35 NU sejalan dengan arah perjuangan pemerintah dalam menjalankan strategi transformasi bangsa. Menurut Presiden Prabowo, keberpihakan terhadap rakyat dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan kewajiban bersama.

“Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujar Presiden.

Selain itu, Kepala Negara menekankan pemerintah memiliki keyakinan mewujudkan target tersebut melalui perencanaan yang telah dihitung secara cermat. Pemerintah telah membuktikan sejumlah capaian dalam dua tahun pertama kepemimpinannya dan optimistis dapat terus mengangkat jutaan rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.

“Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya. Saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita,” jelas Kepala Negara.

Diutarakan Presiden soal langkah efisiensi terhadap badan usaha milik negara (BUMN) sebagai salah satu strategi transformasi bangsa. Disebutkan, hingga 31 Desember 2026, pemerintah menargetkan kembali menutup sedikitnya 700 BUMN sehingga jumlahnya menjadi sekitar 200 hingga 250 BUMN.

Langkah tersebut, ujar Presiden, merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi pengelolaan negara sekaligus memastikan sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200, 250. Berarti harapan saya kita bisa menghemat 100 triliun (rupiah). Dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris, dan penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati setiap tahun lebih dari 200 triliun, mendekati 300 triliun setiap tahun. Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat. Ini yang kita pakai,” terang Presiden.

Soal investasi, Kepala Negara tetap membuka ruang untuk masuk ke Indonesia, namun berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan melalui utang. “Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, kalau kita pinjem uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin. Jadi saya kira kemarin, beberapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjeman dari IMF, kita tolak. Terima kasih Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” tegas Kepala Negara.

Jurnalis: abri/rusman, sumber: setneg

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait