Maumere, beritalima.com|- “Bantuan akan terus kami angkut selama masa tanggap bencana. Setiap kapal PELNI yang memiliki rute menuju wilayah NTT akan kami optimalkan untuk membawa bantuan sesuai dengan kapasitas dan kondisi operasional kapal,” ujar Direktur Utama (Dirut) Pelni Budi Setyawan Widaya.
PELNI kembali mengirimkan barang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui KM Tidar, tiba di Pelabuhan Laurens Say, Maumere (3/9) berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 29 Agustus 2026.
Bantuan kemanusiaan ini diserahkan langsung Dirut Pelni kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing, disaksikan dan dihadiri Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy, Nakhoda KM Tidar Capt. Noviansyah, Kepala Cabang Maumere Edwin Kurniansyah, KSOP Kelas IV Lorens Say Maumere Rian Partigor, dan GM Pelindo Cabang Maumere Angga Adi Prebawa.
Sebagai BUMN pelayaran, kami merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Pelni fasilitasi pengangkutan bantuan ini dengan dukungan Kementerian Perhubungan, Pelindo, serta berbagai pihak yang telah mempercayakan bantuannya untuk kami bawa ke Maumere,” ujar Budi.
Dikemukakan Budi, sejak 16 Agustus 2026, Pelni telah membuka posko penerimaan bantuan kemanusiaan di sejumlah kantor cabang dilalui kapal Pelni menuju NTT, seperti Jakarta, Makassar dan Surabaya. Bantuan yang diterima kemudian diangkut menggunakan kapal Pelni sesuai dengan jadwal dan rute reguler.
Pada pengiriman tahap kedua ini, KM Tidar membawa bantuan 29 ton. Sebelumnya, pada tahap pertama, Pelni mengangkut 5,8 ton. Dengan demikian, total bantuan telah diangkut Pelni melalui KM Tidar mencapai 34,8 ton.
Bantuan berasal dari berbagai elemen masyarakat dan terdiri atas kebutuhan dasar seperti bahan makanan, air mineral, obat-obatan, perlengkapan tidur, serta kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak bencana.
Pelni memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan melalui kapal-kapal yang melayani rute menuju wilayah NTT. Saat ini terdapat sejumlah kapal Pelni ang secara reguler melayani wilayah tersebut, sehingga pengiriman bantuan dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal kapal dan ketersediaan bantuan.
“Kami mengajak instansi, lembaga, komunitas, maupun organisasi yang ingin menyalurkan bantuan untuk memanfaatkan posko penerimaan bantuan di kantor cabang PELNI. Bantuan nantinya akan dikonsolidasikan dan diangkut menggunakan kapal PELNI sesuai rute reguler menuju wilayah terdampak,” ungkap Budi.
Jurnalis: abri/andaka







