Disperindag Buka Pelatihan Menjahit Kemeja, Dorong Kemandirian dan Peluang Usaha Masyarakat

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas.

Salah satu upaya tersebut, diwujudkan melalui pelatihan keterampilan menjahit kemeja yang dilaksanakan dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Agustus 2026, digelar di Gedung Dekranasda Kabupaten Tulungagung. Pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik secara langsung.

Pelatihan ini bertujuan, untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat di bidang tata busana, khususnya pembuatan kemeja.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menguasai teknik menjahit dan mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif serta memiliki nilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dari narasumber Dewi Brahmawanti, Catur Hermono dan Yogita Revianasari, serta didampingi instruktur profesional, Siti Anisah.

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto, menyampaikan, sejumlah materi diberikan kepada peserta mulai dari pengenalan alat dan bahan menjahit, penggunaan mesin jahit, pengukuran badan, pembuatan pola kemeja, pemilihan dan pemotongan bahan, hingga teknik menjahit bagian-bagian kemeja.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pembuatan dan pemasangan kerah, pemasangan kancing dan lubang kancing, teknik penyelesaian serta perapihan jahitan, hingga praktik pembuatan kemeja secara langsung.

“Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan dari instruktur pada setiap tahapan. Pendampingan tersebut dilakukan agar peserta dapat memahami materi dengan baik sekaligus mampu mempraktikkannya secara tepat,” terangnya, Rabu (23/9/2026).

Diterangkannya, kegiatan ini diikuti 31 peserta yang berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung. Yakni Kecamatan Ngantru, Kedungwaru, Campurdarat dan Pagerwojo. Sebagian besar peserta merupakan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bidang usaha menjahit.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, para peserta juga memperoleh bantuan berupa mesin jahit high speed setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan pelatihan.

“Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung peserta dalam mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas produksi bagi mereka yang telah menjalankan usaha menjahit,” terangnya.

Kadis Perindag mengungkapkan, pelatihan ini juga memberikan motivasi kepada peserta agar terus mengembangkan kemampuan di bidang tata busana.

Keterampilan menjahit diharapkan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha produktif.

“Dengan adanya peningkatan keterampilan, pendampingan serta dukungan sarana produksi, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi lebih produktif dan mandiri, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari keterampilan yang dimiliki,” jelasnya.

“Melalui program pemberdayaan yang bersumber dari DBHCHT ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya pelaku IKM, yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan menciptakan peluang ekonomi di lingkungan masing-masing,” tandasnya. (Dst/editor Dibyo).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait