BANYUWANGI,Beritalima.com – Sebelum dentuman sound horeg mengiringi kemeriahan kirab budaya di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, rangkaian kegiatan lebih dahulu diawali dengan suasana khidmat.
Panitia bersama Pemerintah Desa Tamanagung, jajaran Polsek Cluring dan Koramil Cluring menggelar doa bersama sebelum rombongan peserta diberangkatkan. Di tengah prosesi tersebut, satu sarana ingkung ayam turut disiapkan sebagai simbol sedekah dan ungkapan rasa syukur.
Kepala Desa Tamanagung, Suharto, mengatakan doa bersama tersebut menjadi bagian penting sebelum kegiatan dimulai. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan itu sekaligus menjadi ikhtiar bersama agar seluruh rangkaian kirab berjalan aman, tertib dan lancar.
Menurut Suharto, kemeriahan sebuah kegiatan masyarakat tetap perlu diawali dengan doa. Dengan begitu, seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat yang menyaksikan diharapkan dapat menikmati acara dengan suasana aman dan kondusif.
“Intinya kita bersyukur dan berdoa bersama sebelum kegiatan dimulai. Ingkung ini sebagai bentuk sedekah. Kita berharap seluruh rangkaian kirab berjalan lancar, aman, dan masyarakat bisa menikmati hiburan dengan tertib,” ujar Suharto.
Usai doa bersama, suasana perlahan berubah menjadi semarak. Warga yang sejak awal menunggu di sekitar lokasi mulai bersiap menyaksikan keberangkatan rombongan.
Kepala Desa Suharto kemudian mengambil posisi sebagai pemberi aba-aba keberangkatan. Dengan membawa bendera start, ia memberi tanda dimulainya kirab budaya sound horeg.
Satu per satu peserta penghormatan dilepas. Namun ada yang menarik dalam rombongan pembuka tersebut. Pemerintah Desa Tamanagung tampil sebagai peserta kehormatan dengan menggunakan satu unit truk yang disulap menjadi panggung berjalan.
Di atas truk, sebuah orkes dangdut koplo lengkap dengan penyanyi turut diboyong menyusuri jalur kirab. Dentuman musik dan penampilan para penyanyi langsung menghidupkan suasana, sementara warga yang berada di sepanjang rute tampak antusias menyaksikan rombongan melintas.
Truk tersebut bukan sekadar menjadi kendaraan peserta, tetapi juga panggung hiburan berjalan yang menyapa masyarakat dari satu titik ke titik lainnya.
Sorak penonton berpadu dengan musik dangdut koplo membuat suasana kirab semakin meriah. Warga yang berada di pinggir jalan pun ikut menikmati hiburan yang disuguhkan dari atas kendaraan.
Bagi Pemerintah Desa Tamanagung, keterlibatan langsung dalam kirab tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus upaya menjaga suasana kebersamaan.
Setelah diawali dengan doa dan simbol sedekah berupa ingkung, kirab pun bergerak membawa kemeriahan sound horeg dan hiburan masyarakat. Nuansa religius, tradisi lokal dan hiburan rakyat berpadu dalam satu rangkaian kegiatan yang berlangsung di tengah antusiasme warga Tamanagung. (Rony//B5)








