Jakarta, beritalima.com|- Ketua DPR RI Puan Maharani mengakui DPR belum membahas rencana pendirian dua kampus India di Indonesia yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi. Padahal, kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda strategis disampaikan pemerintah dalam kunjungan kenegaraan Modi.
Ketika ditanya apakah dukungan terhadap pendirian Indian Institute of Management (IIM) dan Indian Institute of Technology (IIT) sudah dibahas bersama DPR, termasuk skema pendanaan maupun bentuk dukungan negara, Puan menjawab singkat.
“Belum, karena tadi baru disampaikan saat pertemuan di istana. Jadi belum sampai ke DPR,” kata Puan kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta (7/7).
Pernyataan itu menunjukkan DPR belum menerima penjelasan resmi mengenai rancangan kebijakan, dasar hukum, maupun konsekuensi anggaran dari rencana pendirian dua institusi pendidikan tinggi asal India tersebut.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Gedung DPR, Modi mengajak Indonesia membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Menurut Puan, pemimpin India itu menekankan bahwa hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama 75 tahun harus terus diperkuat.
“PM Modi menyampaikan beliau berharap hubungan India dan Indonesia dapat dibawa ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Puan.
Ia mengatakan Modi menggunakan Sungai Gangga dan Sungai Mahakam sebagai simbol persahabatan kedua negara.
“Selama sepanjang aliran sungai itu masih mengalir, hubungan kerja sama Indonesia dan India pun harus tetap terjalin, tetap akrab, erat, dan ditingkatkan,” tutur Puan mengutip pidato Modi.
Menurut Puan, Modi juga mengingatkan eratnya hubungan sejarah kedua bangsa dengan mengutip pernyataan Presiden Soekarno bahwa rakyat Indonesia dan India memiliki ikatan darah dan budaya.
Selain kerja sama di bidang pendidikan, Modi disebut menawarkan penguatan kolaborasi teknologi, termasuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas peluncuran satelit di Indonesia. Presiden Prabowo dijadwalkan mendampingi Modi hingga kunjungan ke Candi Prambanan untuk agenda pelestarian situs warisan dunia.
Namun, ketika ditanya apakah kunjungan Modi ke DPR menghasilkan deliverables atau kesepakatan konkret dari parlemen, Puan tidak menyebut adanya produk baru. Ia hanya menegaskan DPR siap mendukung kebijakan pemerintah.
“DPR RI akan sangat terbuka untuk membantu eksekutif bekerja sama dalam semua kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan oleh eksekutif untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya
Puan juga menekankan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menindaklanjuti berbagai kerja sama internasional.
“Tidak mungkin kemudian eksekutif hanya bekerja sendirian namun harus mendapatkan dukungan dari legislatif,” ungkap puan
Ia menambahkan telah berbicara langsung dengan Modi mengenai pentingnya memperkuat hubungan parlemen kedua negara.
“Saya tadi juga sempat berbicara sebentar dengan PM Modi bahwa hubungan parlemen India dengan Indonesia akan sama-sama didukung melalui kegiatan multilateral dan bilateral yang ada antara eksekutif dan legislatif,” tutup puan
Meski demikian, pengakuan Puan bahwa DPR belum membahas rencana pendirian kampus India memperlihatkan sejumlah kerja sama strategis yang diumumkan pemerintah masih berada pada tahap komitmen politik. Detail implementasi, mulai dari regulasi, pembiayaan, hingga mekanisme pengawasan parlemen, belum dipaparkan kepada publik.
Jurnalis: rendy/abri








