DPR Perhatikan Kesejahteraan Pilot Tempur Perlu Ditingkatkan

  • Whatsapp
DPR perhatikan kesejahteraan Pilot Tempur perlu ditingkatkan (foto: dispenau)

Makassar, beritalima.com| – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin perhatikan kesejahteraan pilot tempur TNI AU). Menurutnya, pendapatan yang diterima para pilot tempur saat ini masih belum sebanding dengan besarnya tanggung jawab dan risiko yang diemban dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Hal itu disampaikan Nurul saat agenda Kunjungan Kerja spesifik Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan (12/6). “Kami jelas berharap bahwa kesejahteraan pilot tempur juga dinilai dengan baik. Kalau ada peningkatan, karena menurut kami nilainya sangat kecil,” ujar Nurul.

Disinggung soal kondisi anggaran TNI AU yang dinilainya masih jauh dari memadai. Dari data Komisi I DPR RI, anggaran TNI AU hanya berkisar Rp11 triliun, sekitar 60 persen di antaranya dialokasikan untuk belanja pegawai. “Hanya 40 persen untuk yang lain-lainnya. Kalau membandingkan dengan luas wilayah Indonesia dan segala yang harus dilakukan, jumlahnya masih terlalu kecil,” ucapnya.

Selain menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan personel, Nurul menyampaikan, proses alih teknologi dan perawatan (maintenance) pesawat tempur baru TNI AU berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, setiap pengadaan pesawat tempur telah disertai mekanisme transfer teknologi dan pengetahuan dari pihak produsen.

“Pesawat-pesawat yang dibeli, yang datang ke sini, masalah spare part dan maintenance-nya biasanya dilakukan alih teknologi dan knowledge dari pihak pabriknya,” ujarnya. Dan, personel TNI AU yang bertugas di bidang perawatan telah memperoleh pelatihan langsung dari pabrikan pesawat sehingga mampu beradaptasi  terhadap teknologi baru. Perbedaan teknologi antara pesawat lama dan generasi terbaru dinilai tidak terlalu signifikan bagi para teknisi yang telah berpengalaman.

“Kalau pun ada teknologi baru, adaptasinya bisa cepat dilakukan. Tidak terlalu sulit karena mereka sudah terbiasa memegang peralatan termasuk pesawat-pesawat tempur yang ada,” pujinya. Politisi Partai Golkar tersebut menilai kemampuan teknis prajurit TNI AU menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapan operasional alutsista sekaligus meminimalkan ketergantungan pada pihak asing dalam proses perawatan pesawat tempur.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait