SIDOARJO, beritalima.com | Anggota DPRD provinsi Jawa Timur Dr dr Benjamin Kristianto MKes MARS melaksanakan tugas Penyerapan aspirasi masyarakat persidangan III pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Reses tersebut digelar di Balai desa Bogem Pinggir, Balongbendo Sidoarjo.
Dalam sambutannya, dr Benjamin menyampaikan kewajiban-kewajiban sebagai anggota legislatif. Termasuk diantaranya bahwa pihaknya tidak tebang pilih meskipun berbeda keyakinan, jika masyarakat meminta bantuan dan pertolongan, politisi partai Gerindra tersebut, dipastikan akan membantu.
Salah satu kyai yang menjadi pengawas sebuah yayasan mengakui bahwa di Balong Bendo tersebut, dr Benjamin merenovasi masjid, TPQ, Sekolah dan pondok pesantren.
“Alhamdulillah saya waktu itu ndak tahu dari mana dana untuk membangun dan memperbaiki masjid. Nah setelah ada survei dari Pemprov, mereka menanyakan apa saya kenal dokter Benjamin ? Ya saya bilang itu cuma temen tapi saya enggak seberapa akrab. Waktu itu ada pameran UMKM di tahun 2022 bersama Ning Lia ponakannya Bu Khofifah,” jelasnya.
Kegiatan sosial tersebut melibatkan salah satu anggota DPD RI Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia. Senator Muda berparas cantik tersebut memberikan bantuan berbagai macam sembako ke warga masyarakat Balong Bendo.
Diantara kegiatan tersebut ternyata salah satu anggota DPRD provinsi Jawa Timur, Dr dr Benjamin Kristianto memberikan sumbangan dana untuk membangun masjid.
“Alhamdulillah sekarang masjid ini sudah mulai berproses, ya mudah-mudahan sesuai dengan apa yang direncanakan oleh konsultan itu dan menjadi kebanggaan masjid di Raden Rahmad. Karena atapnya dan plafonnya itu sudah mulai retak sehingga mengkhawatirkan, padahal masjid ini dimanfaatkan anak-anak sekolah untuk belajar mengaji,” sambungnya.
“Ada beberapa masjid yang di bangun dr Benjamin. Masjid Agung, masjid Al-kautsar Krian, kemudian pondoknya Gus Am Tarik, kalau enggak salah pesantren Daarul Hikmah juga. Saya sempat heran juga, orang ini bukan muslim tapi kok ikut mikir untuk memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan umat Islam,” lanjutnya.
Menanggapi keterangan yang diucapkan oleh tokoh masyarakat tersebut, dr Benjamin tersenyum lebar. Bahkan anggota komisi E DPRD provinsi Jatim ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membedakan dalam membantu kebutuhan orang lain.
“Dengan adanya pembangunan ini maaf ya, saya tidak pernah membeda-bedakan agama. Jadi Gerindra itu mendukung nasionalisme, tidak akan membedakan agama, suku ras atau apapun, maupun ekonominya,” terang pria berparas tampan yang awet muda ini.
Menurut dr Benjamin semua agama itu sebenarnya mengajarkan kebaikan, manusia ini diberikan hak memilih, apa dia benar-benar menjadi baik atau tidak.
“Seringkali saya sampaikan kalau Yang Maha Kuasa, Allah itu melatih kita untuk hidup saling toleransi, menolong, membantu orang yang membutuhkan. Dengan latar belakang saya sebagai seorang dokter, saya tidak pernah bertanya latar belakang ekonomi, agama, atau pekerjaan. Pertanyaan kita adalah sakitnya apa. Jadi prinsipnya bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, dan tentu kita sebagai makhluk sosial kita harus membantu agama apapun, termasuk membangun masjid-masjid, panti asuhan, maupun yayasan,” lanjutnya.
Dr dr Benjamin menambahkan bahwa di Indonesia itu sudah teruji kebersamaan toleransi beragama yang luar biasa, seperti ke-Bhinekaan Tunggal Ika dalam mempersatukan berbagai suku bangsa dan agama.(Yul)








