Jakarta, beritalima.com| – Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sukses gelar Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah di Plaza Lokomotif, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Festival yang terbuka untuk umum ini bertema ‘Pilah Sampahnya, Jaga Destinasinya!’ menjadi gerakan edukasi dan aksi nyata membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya, sekaligus mewujudkan destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.
Secara khusus, kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMAN 105 Jakarta, Kader PKK, dan perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Ceger, sebagai bagian memperkuat kesadaran kolektif menjaga kebersihan destinasi wisata secara berkelanjutan. Semuanya dikemas secara partisipatif, interaktif, dan menghibur agar masyarakat bisa belajar tentang pengelolaan sampah dengan cara menyenangkan.
Kepala Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Triatin Permanik mengatakan, festival ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata.
Ia menyampaikan, Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah bukan sekadar aksi biasa. Tapi sebuah gerakan konkret untuk mengedukasi masyarakat agar mampu memilah sampah organik, anorganik, dan residu secara benar di kawasan wisata.
“Melalui tindakan sederhana ini, masyarakat turut berperan menjaga estetika, meningkatkan kualitas destinasi wisata, serta memastikan kawasan wisata di DKI Jakarta tetap bersih, nyaman, dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya (28/7).
Ia berharap, melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, pelajar, dan masyarakat, Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah dapat melahirkan semakin banyak agen perubahan yang konsisten menerapkan gaya hidup minim sampah.
“Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya destinasi wisata Jakarta yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai bagian dari masa depan pariwisata Indonesia,” katanya.
Sebagai informasi, festival diawali dengan pawai dan kirab kampanye pemilahan sampah yang mengelilingi kawasan TMII, dimeriahkan oleh penampilan Marching Band, kesenian tradisional Bedug Doll, serta Komunitas Betawi serta UMKM dengan beragam produk lokalnya.
Beberapa tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya aktivis lingkungan Jerhemy Owen, perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Waste4Change, serta Taufiq Yusuf dari Alam Indonesia.
Tak hanya memperoleh wawasan, peserta juga dapat mengikuti tiga lokakarya ekologi kreatif, yakni Workshop Plastic Press, Workshop Minyak Jelantah – Sabun dan Workshop Palstic Beads yang memberikan pengalaman langsung dalam memilah serta mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni tiga dimensi yang menggambarkan masa depan destinasi wisata pada tahun 2030, serta berpartisipasi pada Dinding Komitmen Bersama dengan menandatangani deklarasi kepedulian terhadap kebersihan destinasi wisata.
Jurnalis: andaka/abri, sumber: beritajakarta








