Jakarta, beritalima.com| – Muhammad Furkon, 48 tahun, sosok ulet dan konsisten dalam menekuni profesinya sebagai petani di tengah kota Jakarta. Meski Jakarta kini kian berkembang menjadi kota megapolitan dan modern, Furkon, tak bergeming meninggalkan profesinya di kawasan Jakarta Utara yang dikenal dengan nama Kampung Bayam.
Kampung Bayam, letaknya diantara jalur Kereta Rel Listrik (KRL) dan Jakarta International Stadium atau JIS yang sangat megah. JIS dikenal sebagai sarana olahraga dan hiburan lainnya yang kerap dipakai berbagai event skala nasional dan internasional.
Furkon tak bergeming dengan hiruk pikuk disekitarnya yang mencerminkan kehidupan serba kekinian. Baginya, Kampubg Bayam tetap harus ada, bertahan serta berkelanjutan. “Tuntutan kita wajar kok, soal ekonomi dan Pendidikan untuk warga Kampung Bayam,” ujar Furkon, Ketua Kelompok Tani Kampung Mayam Madani kepada beritalima.
Konsistensi Furkon mencuri perhatian Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan (2017-2022), saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun JIS. Sehingga, beberapa kali Furkon diajak berunding, untuk menentukan pilihan pemukiman warga Kampung Bayam saat JIS berdiri. “Kita yang ditanya mau seperti apa membangun rumah kami,” kisah Furkon.
Akhirnya, berdirilah Rumah Susun Kampung Bayam dan diresmikan oleh Anis pada Oktober 2022. Lalu, usai Anis mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur dan maju sebagai calon Presiden, pelaksana tugas gubernur yang baru ternyata tak bersedia memberikan izin bagi warga Kampung Bayam masuk ke Rumah Susun tersebut. Jadilah warga Kampung Bayam terombang-ambing nasibnya hingga terpilih Gubernur Pramono Anung dan wakilnya Rano Karno.
Di bawah Pramono, warga Kampung Bayam diizinkan Kembali masuk ke Rumah Susun. Bahkan fasilitras air dan listrik semestara ini digratiskan. Namun, bagi Furkon dan warga Kampung Bayam lainnya, kehidupan mereka sehari-hari harus tetap berjalan tanpa menggantungkan kepada siapapun juga. Jadilah Bertani menjadi tumpuan harapannya, kini dan kedepannya.
Saat beritalima mengunjungi Kampung Bayam, tampak beragam tanaman untuk Bertani sudah tumbuh subur, seperti Kangkung, Bayam, Sawi, Kol, Kembang Kol, Kacang Panjang, Terong Ungu, Terong Hijau, Cabai, Tomat, Jahe, Lengkuas, Kunyit, Jambu Kristal, Jeruk, Melon, Sorgum, Ikan Lele dan lain sebagainya.
“Semua hasil Bertani disini yang kita konsumsi sendiri. Nanti kedepannya kita kembangkan sebagai kampung wisata pertanian kota,” ujar Furkon. Ia mengajak warga Jakarta dan sekitarnya untuk datang langsung ke Kampung Bayam. “Nantinya warga bisa memetik dan memilih sendiri hasil tani yang diinginkan dan membelinya kepada warga,” tambahnya.
Tekad Furkon begitu kuat. Dengan Bertani, ia memberikan pesan edukasi penting untuk ikut memelihara alam dan lingkungan sekitar.
Jurnalis: abri/andaka








