PAMEKASAN, Beritalima.com– Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H. menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Kesatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Tatag Trawang Tungga Polres Pamekasan, Kamis (13/8/2026).
FGD ini bertujuan untuk mempererat persatuan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama Polres Pamekasan, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Pamekasan Farid Afandi beserta pengurus, tokoh masyarakat, perwakilan Sabuk Kamtibmas, hingga organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Pamekasan.
Dalam sambutannya, AKBP Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi erat antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.
Keberagaman masyarakat Pamekasan, baik di wilayah kota, pesisir utara, maupun daerah pinggiran, harus dijadikan kekuatan untuk memperkokoh persatuan.
“Sebagai Kapolres yang baru, kami menyadari menjaga kamtibmas di Pamekasan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polri. Kebersamaan dan sinergitas dengan para tokoh masyarakat, kepala desa, dan pemuda adalah kunci utama,” ujar AKBP Wahyu Hidayat.
Selain mengajak merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini berjalan baik di Pamekasan, Kapolres juga mengajak masyarakat mencari solusi bersama atas persoalan sosial. Seperti maraknya aksi balap liar, peredaran narkoba, dan kejahatan curanmor. Peran aktif orang tua dalam mengawasi anak di malam hari menjadi fokus utama penanganan.
Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, Kapolres mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga situasi daerah tetap aman dan sejuk. Masyarakat juga diharapkan bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi narasi negatif di ruang digital.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua PKDI Pamekasan Farid Afandi dan perwakilan Sabuk Kamtibmas. Para peserta berkomitmen siap bermitra dengan Polres Pamekasan untuk mengantisipasi potensi konflik sejak dini, demi terwujudnya Pamekasan yang aman, damai, dan kondusif.(AN)








