Gas Andaman Dinilai Berpeluang Jadikan Aceh Pusat Diplomasi Energi

  • Whatsapp

ACEH, Beritalima.com ( Potensi gas yang terdapat di Blok South Andaman dan North Andaman dinilai dapat membuka peluang strategis bagi Aceh untuk berkembang menjadi salah satu pusat diplomasi energi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Forum Bersama Acèh Meusaboh melalui Sekretaris Jenderal (Sekjennya)Amiruddin, SE. Pada Minggu Sore 09 Agustus 2026, Ia menilai keberadaan sumber daya energi tersebut harus dikelola dengan kebijakan yang tepat agar memberikan manfaat yang besar bagi Aceh dan masyarakatnya.

Menurut Amiruddin, sumber daya energi pada era geopolitik modern tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi tawar suatu negara dalam hubungan internasional.

Ia menyebut Gas Andaman dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi diplomasi energi di Acèh khususnya karena letak geografis Aceh yang sangat strategis.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya tersebut harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang daerah.

Amiruddin mengingatkan agar pengembangan Gas Andaman tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam. Pengalaman pengelolaan Gas Arun di Aceh, ini harus menjadi pelajaran penting agar kekayaan alam yang ada tidak hanya memberikan manfaat bagi pihak tertentu.

“Pengalaman Gas Arun harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai potensi Gas Andaman nantinya hanya menjadi proyek eksploitasi, sementara masyarakat Aceh tidak mendapatkan manfaat yang sepadan,” ujar Amiruddin.

Jika dikelola secara tepat dan melibatkan kepentingan Aceh, kata dia, Gas Andaman dapat menjadi lebih dari sekadar proyek minyak dan gas terbesar. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat posisi strategis Aceh.

Ia menambahkan, Aceh memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan karena berada di kawasan yang berdekatan dengan Selat Malaka dan menghadap langsung ke Samudra Hindia. Kedua kawasan maritim tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan dan distribusi energi internasional.

“Letak Aceh sangat strategis. Kita berada dekat dengan Selat Malaka dan menghadap Samudra Hindia. Ini merupakan modal besar yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Aceh dalam peta energi kawasan,” katanya.

Amiruddin berharap pemerintah pusat tidak memaksakan kehendak dalam menentukan arah pengelolaan temuan gas di Andaman. Ia menegaskan, kepentingan masyarakat dan daerah Aceh harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap kebijakan terkait pengelolaan sumber daya tersebut.

“Kita berharap pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak terhadap temuan Gas Andaman. Tidak ada alasan Gas Andaman tidak bisa diolah dan memberikan manfaat di Aceh. Kalau hal ini terjadi, jangan harap rakyat Aceh percaya lagi kepada pemerintah Indonesia.

Selain itu, Forum Bersama Acèh Meusaboh meminta Pemerintah Aceh untuk proaktif memikirkan skema pengelolaan dan pemanfaatan potensi Gas Andaman, pemerintah daerah harus memperjuangkan agar kekayaan alam tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan dan kemajuan Aceh.

“Kita juga meminta Pemerintah Aceh untuk memikirkan kemajuan Aceh. Jangan sampai potensi besar ini berlalu begitu saja tanpa memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” tutup Amir,”(**)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait