Gebrakan Dansa Sumatera Selatan: Kalahkan Rusia dan Singapura, Kontingen IODI Pulang Bawa Pundi-Pundi Medali

  • Whatsapp

SEREMBAN, MALAYSIA, BeritaLima.Com Kontingen dancesport Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Provinsi Sumatera Selatan, yang berkolaborasi erat dengan Persatuan Mahasiswa Pelajar (PMPB) Sumsel, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang internasional Negeri Sembilan Dancesport Championship 2026.

Event bergengsi yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Regent Hall, Seremban, Malaysia, ini menjadi bukti konkret peningkatan kualitas atlet dansa asal Sumatera Selatan di kancah global. Dalam kompetisi yang diikuti oleh negara-negara kuat seperti Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Rusia, para atlet Sumsel tampil penuh percaya diri dan mampu bersaing ketat dengan peserta dari berbagai benua.

Kepemimpinan dan Strategi Tim
Kontingen yang terdiri dari 11 orang, meliputi 3 ofisial dan 8 atlet, dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi IODI Sumatera Selatan, Ir. Suparman Romans, M.Si., yang bertindak sebagai manajer tim. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif pelatih utama, Santi, serta asisten pelatih, Nora, yang telah mempersiapkan mental dan teknis para atlet secara matang sebelum bertolak ke Malaysia.

Trio Emas dan Perak untuk Sumsel
Kebahagiaan tim Sumsel dimulai dari dominasi mereka di kategori Latin. Pasangan muda Reyzha dan Aqilah tampil memukau juri dengan gerakan dinamis serta sinkronisasi yang sempurna, sehingga berhasil membawa pulang medali emas di kategori Couple Latin Novice. Konsistensi performa mereka terus berlanjut ketika pasangan ini juga meraih medali perak di kategori yang lebih tinggi, yaitu Couple Latin Pre-Amateur.

Kesuksesan serupa ditunjukkan oleh pasangan Deni dan Zaza. Dengan teknik dasar yang kokoh dan ekspresi tari yang enerjik, mereka berhasil mengungguli kompetitor lainnya dan mengamankan medali emas kedua untuk kontingen Sumsel di kategori Couple Latin Novice.

Tidak hanya unggul dalam tarian Latin, keanggunan dan ketepatan langkah menjadi kunci keberhasilan pasangan Nugi dan Lyra. Mereka berhasil menyisihkan peserta lain di kategori Couple Standar Ballroom Pre-Amateur dan berhak atas medali emas ketiga. Prestasi ini menegaskan bahwa atlet Sumsel memiliki kompetensi seimbang, baik dalam gaya Latin maupun Ballroom Standar.

Potensi Masa Depan
Selain medali resmi, tim juga mendapatkan pengakuan atas potensi besar atlet mudanya. Tisya dan Sabrina berhasil meraih gelar Juara Harapan di kategori Solo Latin Novice, sebuah pencapaian yang menjadi modal penting bagi perkembangan karier mereka di kompetisi selanjutnya.

Apresiasi Pimpinan
Ketua IODI Sumatera Selatan, Ir. Suparman Romans, M.Si., menyatakan kebanggaannya terhadap perjuangan seluruh kontingen.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan manajemen. Bersaing dengan negara-negara seperti Rusia dan Singapura adalah tantangan besar, namun anak-anak kita membuktikan bahwa dancesport Sumatera Selatan punya tempat di hati dunia,” ujar Suparman.

Dengan raihan akhir berupa 3 medali emas, 1 medali perak, dan 1 gelar Juara Harapan, kontingen IODI-PMPB Sumsel kembali ke tanah air dengan kepala tegak, sukses membawa nama harum Provinsi Sumatera Selatan di mata internasional. ( Nn)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait