Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 di Plaosan Wonoayu, Adam Rusydi Apresiasi Perangkat Desa 

  • Whatsapp

SIDOARJO, beritalima.com | Anggota DPRD provinsi Jawa Timur Adam Rusydi Spd MPd melaksanakan tugas reses penyerapan aspirasi masyarakat masa persidangan III tahun 2025-2026 bertempat di desa Plaosan Wonoayu, Sidoarjo, Senin (27/7/2026).

Dalam sambutannya ketua DPD partai Golkar Sidoarjo dua periode tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada konstituen yang sudah memberinya kesempatan untuk duduk sebagai wakil rakyat.

Ketua komisi C tersebut memaparkan kinerjanya sebagai wakil rakyat yang harus amanah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Disamping itu, Adam juga menyampaikan tugas-tugas anggota DPRD. Termasuk diantaranya melakukan pengawasan kinerja pemerintah, menganggarkan APBD dan membuat Perda ( Peraturan Daerah).

Dalam sesi tanya jawab, Adam mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat, termasuk keluhan masyarakat Plaosan terkait masalah TPS dan lapangan untuk basket dan Voli.

“Terkait dengan administrasi pengajuan masalah TPS dan lapangan untuk olahraga basket dan voli, memang sekarang berbeda dengan dulu. Jadi sekarang itu kalau ada pengajuan program, terutama yang dari DPRD itu harus melalui proses, tidak mengalir begitu saja. Butuh banyak dokumen pendukung sebagai legalitas dan juga anggota DPRD harus benar-benar mengawal dan memperjuangkan pengajuan tersebut,” terang Adam.

Adam mengungkapkan mekanisme pengajuan, karena sekarang ini seluruh jalannya pemerintahan semua diawasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pertama, Sidoarjo jejak digitalnya banyak terkait masalah korupsi, sehingga pengawasan dari pihak aparat penegak hukum terus dilakukan agar jangan sampai terjadi berulang lagi.

“Kami melakukan serap aspirasi karena kami ingin bagaimana desa ini bisa melakukan pembangunan. Sebagai informasi, APBD seminggu yang lalu diketok digunakan untuk pembangunan seluruh desa Plaosan, desa pun sekarang dibebani dengan aturan-aturan untuk pembiayaan-pembiayaan lainnya,” sambungnya.

“APBD dipangkas, sekarang tinggal Rp 225 juta. Saya beberapa kali muter di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur, anggaran desa hari ini yang paling besar itu diangka Rp 356 juta, bahkan ada yang Rp 156 juta saja. Panjenengan bayangkan, anggaran Rp 300 juta sekalipun diaduk-aduk tetap tidak cukup untuk membiayai pembangunan desa,” lanjutnya.

Karena itu, Adam memberikan apresiasi kepada Lurah, Carik dan Mudin yang serius melakukan pembangunan untuk desanya dan tidak memandang partai.(Yul)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait