Gempa Kembar Jeda 30 Detik Hancurkan Sebagian Venezuela, Lebih 1400 Jiwa Meninggal

  • Whatsapp
Gempa Kembar Jeda 30 Detik Hancurkan Sebagian Venezuela, Lebih 1400 Jiwa Meninggal (foto: Antara)

Jakarta, beritalima.com| – Gempa kembar (doublet earthquake) dahsyat di Venezuela terjadi pada Rabu dini hari 24 Juni dan jeda 39 detik terjadi pada 25 Juni 2026, telah meluluh lantakkan sebagian negara Venezuela serta untuk data sementara lebih dari 1400 jiwa telah meninggal dunia.]

Bencana ini merupakan salah satu gempa bumi paling menghancurkan yang mengguncang wilayah pesisir utara dan kawasan metropolitan Venezuela.Gempa pertama (Foreshock) dengan kekuatan Magnitudo 7,2,disusul gempa kedua (Mainshock) sebesar Magnitudo 7,5.

Guncangan dangkal ini meruntuhkan banyak gedung bertingkat di ibu kota Caracas, melumpuhkan fasilitas kota, serta merusak wilayah pesisir La Guaira dan Carabobo. Pemerintah Venezuela telah menetapkan status Keadaan Darurat Nasional guna mempercepat evakuasi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan global.

Gempa kembar dahsyat di Venezuela terjadi karena wilayah utara negara tersebut berada tepat di atas batas pertemuan dua lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Menurut analisis dari Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan para ahli geofisika, berikut adalah detail penyebab ilmiah mengapa bencana besar ini bisa melanda Venezuela:

  1. Pergeseran Sesar Transfom (Strike-Slip Fault)

Kedua lempeng tersebut tidak saling bertumbukan, melainkan saling bergesekan mendatar secara horizontal (strike-slip movement) mirip dengan Sesar San Andreas di California. [Lempeng Karibia bergerak bergeser ke arah timur terhadap Lempeng Amerika Selatan dengan kecepatan rata-rata sekitar 20 milimeter per tahun.

  1. Berada di Pertemuan Jaringan Sesar Aktif

Gempa ini dipicu oleh patahan besar yang membentang di sepanjang pantai utara dan pegunungan Andes Venezuela. Sesar utama yang mendominasi wilayah ini meliputi Sesar Boconó, Sesar San Sebastián, dan Sesar El Pilar. Gempa kembar kemarin terjadi tepat di zona pertemuan (junction) rumit antara patahan-patahan aktif ini, yang menyebabkan pelepasan energi menjadi sangat kompleks.

  1. Pemicu Terjadinya “Gempa Kembar” (Doublet Earthquake)

Ketika batuan di zona patahan tersebut menahan gesekan lempeng selama puluhan tahun, tekanan energi akan terus menumpuk. Saat batuan sudah tidak kuat, terjadi kegagalan struktur katastrofik. Getaran pertama (M 7,2) memutus atau merobek satu segmen patahan bumi.

Sobeknya segmen pertama ini langsung memindahkan tekanan ekstrem ke segmen patahan di dekatnya. Hanya dalam waktu 39 detik, segmen tetangganya ikut patah dan melepaskan energi yang jauh lebih besar (M 7,5).

Sangat disayangkan, Pemerintah Venezuela belum memiliki sistem peringatan dini (Early Warning System) gempa nasional berbasis sensor bumi layaknya yang dimiliki negara maju seperti Jepang atau Chile.

Namun, jutaan warga Venezuela justru berhasil mendapatkan peringatan dini darurat melalui telepon seluler mereka beberapa detik sebelum guncangan hebat tiba berkat sistem komersial pihak ketiga, yaitu Google Android.

Jurnalis: abriyanto

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait