Jakarta, beritalima.com| – Perkembangan hingga Minggu (30/8), Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan kepada media diantaranya mengatakan, berdasarkan laporan BMKG gempa susulan masih terus terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 30 Agustus 2026 tercatat sebanyak 9.765 kali (terbesar M6,2 dan terkecil M1).
“Setelah terjadi gempa, kami juga mendapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru sehingga total yang meninggal adalah 111 orang dan kami tetap menyampaikan rasa belasungkawa kami atas meninggalnya warga Indonesia yang sangat kita cintai ini,” ujar Berton.
Untuk warga yang luka dampak dari gempa sejak 15 Agustus berkekuatan M7.7, Berton menyebut 1.631 orang (223 orang luka berat dan 1.408 luka ringan). Lalu jumlah pengungsi tercatat 188.161 jiwa, didominasi berada di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur (lebih dari 50.000 jiwa). Jumlah rumah rusak tercatat 95.567 unit. BNPB terus melakukan verifikasi untuk memasukkan pada kategori kerusakan ringan, sedang dan berat.
BNPB tetap memfasilitasi warga yang memilih kembali ke rumah masing-masing secara sukarela. Menurut Berton, ada penurunan jumlah pengungsi di sejumlah wilayah, terutama Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada.
“Dan kita lihat di sini distribusi dari pengungsi tersebut paling besar itu di Nagekeo dan Manggarai dan hampir tidak ada perubahan di dua kabupaten ini. Tetapi di Nagekeo kita lihat angkanya sudah mulai menurun, Manggarai Timur juga demikian, serta Ngada. Kalau beberapa hari yang lalu Sikka secara signifikan penurunannya,” papar Berton.
Jurnalis: abri/dedy







