GRESIK, beritalima.com– DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik mulai memetakan sejumlah daerah pemilihan (dapil) yang menjadi target untuk merebut dan menambah kursi DPRD pada Pemilu 2029.
Selain menargetkan minimal satu kursi di setiap dapil, Golkar Gresik melihat peluang meraih dua kursi di sejumlah dapil, sekaligus berupaya mengembalikan kursi yang hilang pada pemilu sebelumnya.
Pemetaan dapil tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Gresik yang digelar di Hotel Khas Gresik, Selasa (4/8/2026).
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono mengatakan, Rakerda menjadi momentum untuk mengonsolidasikan kekuatan partai sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
“Jauh-jauh hari Partai Golkar mempersiapkan kesiapannya untuk bisa menggaet pemilih yang ada di Kabupaten Gresik. Tujuannya menambah atau mengembalikan kursi yang hilang di Kabupaten Gresik ini,” ujarnya.
Menurut Blegur, Golkar Gresik perlu mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui kerja politik yang nyata. Hal itu dilakukan dengan mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat untuk kemudian diperjuangkan.
“Dulu kita pernah memperoleh 11 kursi, kemudian turun menjadi delapan kursi dan sekarang turun menjadi enam kursi. Tugas ketua umum ini nantinya akan berupaya meyakinkan masyarakat Gresik dan mengembalikan kepercayaan itu sehingga akan menambah kursi Kabupaten Gresik,” jelasnya.
“Tapi itu juga ditunjukkan dengan kerja-kerja politik. Kerja-kerja politik itu adalah mendengar keluhan masyarakat Gresik dan bisa diperjuangkan,” imbuhnya.
Blegur menyebut, DPD Partai Golkar Jawa Timur menargetkan minimal satu kursi di setiap dapil di Kabupaten Gresik. Dengan sembilan dapil, target tersebut setidaknya sembilan kursi.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Gresik, Wongso Negoro mengatakan, target minimal satu kursi setiap dapil tetap menjadi patokan. Namun, pihaknya melihat peluang meraih dua kursi di sejumlah wilayah.
Dua dapil yang menjadi perhatian adalah Dapil Manyar-Bungah dan Dapil Menganti-Kedamean. Menurut Wongso, kedua dapil tersebut memiliki kader potensial yang dapat menjadi kekuatan untuk menambah perolehan kursi.
“Tapi ada peluang sebagian kecamatan (dapil) ada yang dua kursi, sehingga kita mengembalikan kejayaan di tahun 2009, 11 kursi. Kita patok minimal sembilan kursi,” ujarnya.
Golkar Gresik juga memberikan perhatian terhadap dapil yang pada pemilu sebelumnya belum berhasil menyumbangkan kursi. Salah satunya Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Duduksampeyan dan Cerme.
“Di Duduk-Cerme itu kan kita tidak dapat kursi, sehingga kita pasang dari kader maupun luar kader yang berpotensi menambah kursi di situ,” tuturnya.
Selain Duduksampeyan-Cerme, Golkar Gresik membidik kembali kursi di Pulau Bawean.
Pada pemilu sebelumnya, partai tersebut kehilangan satu kursi setelah incumbent Miftahul Jannah ditarik menjadi calon legislatif DPRD Jawa Timur dan digantikan calon lainnya.
Namun, pergantian tersebut tidak berhasil mempertahankan kursi Golkar di wilayah tersebut.
“Kita upayakan di 2029 itu kembali lagi. Miftahul Jannah itu pemilu kemarin ditarik ke provinsi, nanti kita tarik lagi running di Bawean,” kata Wongso.
Dapil Ujungpangkah-Sidayu juga masuk dalam radar Golkar Gresik. Wongso menyebut, pada pemilu sebelumnya partainya kalah tipis di wilayah tersebut sehingga peluang untuk merebut kursi masih terbuka.
“Nanti di sana kita pasang. Kemarin kalah tipis. Mudah-mudahan di 2029 ada tambahan di situ, karena ada potensi kader yang terbaik juga ada,” harapnya.
Untuk memperkuat persiapan pencalonan legislator, DPD Golkar Gresik akan menindaklanjutinya melalui rapat kerja. Setelah itu, penjaringan calon legislatif akan dilakukan secara terbuka, baik dari internal kader maupun dari luar partai.
“Nanti setelah Raker kita gerak terbuka, baik itu untuk calon dari kader maupun dari luar untuk mengikuti Pileg di 2029,” jelas Wongso.
Ia menegaskan, komitmen dan kesiapan untuk bertarung menjadi kriteria utama bagi calon legislator yang akan dipersiapkan Golkar Gresik.
“Yang paling penting, yang pertama komitmen, kedua yang benar-benar tarung,” tegasnya.
Untuk diketahui, saat ini Partai Golkar memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Gresik. Pada Pemilu 2029, Golkar Gresik menargetkan minimal sembilan kursi dengan peluang menambah perolehan kursi di sejumlah dapil yang telah dipetakan.(Ron)








