GPM dan Produk Unggulan DKP Dihadiri Plt Bupati, Kadis: Hadirkan 43 Stan

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Produk Unggulan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026.

Acara GPM dibuka langsung oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, dihadiri Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Tulungagung, pimpinan Bank Jatim Cabang Tulungagung, BPR Tulungagung, Forkopimcam Sumbergempol, Kepala Desa Wonorejo, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat untuk menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan produktif.

“Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujarnya.

Ia menerangkan, tantangan di sektor pertanian saat ini semakin kompleks akibat dampak perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas pertanian maupun fluktuasi harga pangan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap petani, tetapi juga terhadap perekonomian daerah secara keseluruhan.

“Situasi ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi maupun keamanan wilayah,” terangnya.

Lanjutnya, sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya bergerak di sektor pertanian, Kabupaten Tulungagung harus terus melakukan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi potensi krisis pangan.

Pemkab Tulungagung, telah menjalankan berbagai program mulai dari sektor hulu hingga hilir diantaranya meningkatkan ketersediaan pangan melalui bantuan sarana produksi pertanian, pemanfaatan teknologi, perluasan lahan pertanian, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), serta penguatan lumbung pangan masyarakat.

Upaya lainnya dilakukan melalui peningkatan konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan terus menggalakkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga berbasis potensi lokal.

Plt. Bupati mengungkapkan, berbagai upaya tersebut telah memberikan hasil positif. Kondisi ketahanan pangan Kabupaten Tulungagung dinilai cukup baik dengan mayoritas stok pangan berada dalam kondisi surplus serta harga komoditas relatif stabil.

Tingkat inflasi Kabupaten Tulungagung secara year on year (YoY) berada di angka 2,23 persen, lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur sebesar 2,87 persen maupun nasional sebesar 2,88 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan Kabupaten Tulungagung cukup baik. Namun demikian, kondisi tersebut jangan sampai membuat kita lengah,” ungkapnya.

Baharudin mengajak seluruh perangkat daerah, camat, serta seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan pengelolaan pangan untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga produksi, ketersediaan, distribusi, keamanan pangan, serta stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, petani yang sejahtera, serta masyarakat yang semakin bahagia,” ajaknya.

Di akhir sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, SSTP., MM, menyampaikan bahwa, GPM merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah potensi gejolak harga kebutuhan pokok yang masih menjadi tantangan.

“Melalui GPM ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis serta meningkatkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi,” tuturnya.

Sony mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Umum Kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Tahun 2026, serta didukung pembiayaan dari APBD Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2026.

GPM dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026. Sebanyak 43 stan turut meramaikan kegiatan tersebut.

Peserta berasal dari kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), peternak, Perum Bulog Cabang Tulungagung, PG Mojopanggung, dinas teknis terkait, kecamatan se-Kabupaten Tulungagung, pelaku IKM dan UMKM pangan, pengusaha alat dan mesin pertanian, hingga lembaga pendidikan di bidang pertanian dan pangan.

“Berbagai komoditas pangan strategis yang menjadi penyumbang inflasi dipasarkan dengan harga terjangkau, di antaranya beras, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, daging ayam, ikan, gula pasir, minyak goreng, aneka sayuran hasil petani binaan, serta berbagai produk olahan pangan dan produk unggulan berbasis sumber daya lokal,” katanya.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan ini menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan daerah sekaligus memperkuat pemasaran hasil pertanian, peternakan, dan UMKM lokal.

Sony menjelaskan bahwa, sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mengalokasikan anggaran APBD untuk pelaksanaan Roadshow Gerakan Pangan Murah sebanyak enam kali, dan seluruh kegiatan tersebut telah terlaksana sesuai target.

“Melalui penyelenggaraan GPM dan Produk Unggulan ini, Pemkab Tulungagung berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat seiring tumbuhnya ekonomi berbasis potensi lokal,” pungkasnya. (Dst).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait