Gubernur Herman Deru Apresiasi Sinergi IWSS Sumsel Jadikan Program Nyata Dan Merakyat

  • Whatsapp

PALEMBANG, BeritaLima.Com
Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Wilayah Sumatera Selatan resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2031. Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, pada Rabu (09/09/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, S.H., M.M., serta Wakil Gubernur, H. Cik Ujang, S.H. Kehadiran jajaran pejabat provinsi, termasuk Kepala Badan Kesbangpol, Dinas PPPA, Dinas Kominfo, dan Satpol PP, menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terhadap keberadaan paguyuban ini sebagai pilar stabilitas sosial.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan perantau asal Sulawesi Selatan. IWSS diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan antar-suku, agama, dan golongan (SARA), serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bugis-Makassar di tanah rantau.

Berikut adalah enam poin penting dan menarik dari acara pelantikan tersebut:

1. Ekspansi Jaringan Global: Dari 36 Provinsi hingga Menjangkau Benua Lain
Ketua Umum Pusat IWSS, Dra. Hj. Andi Nurhiyari, M.Si., mengungkapkan pencapaian organisasi yang semakin mendunia. Saat ini, IWSS telah hadir di 36 provinsi dan mencakup 150 kabupaten/kota di Indonesia.

Yang lebih membanggakan, jaringan persaudaraan “Siri’ Na Pacce” ini telah merambah tingkat internasional dengan adanya cabang di Amerika Serikat (termasuk rencana kunjungan ke California/Los Angeles), Kanada, Australia Barat, dan Malaysia. Hal ini membuktikan bahwa semangat kekeluargaan IWSS tidak mengenal batas geografis.

2. Fokus Baru Bidang Hukum dan HAM: Prioritas Penanganan KDRT
Salah satu sorotan utama dalam struktur kepengurusan baru adalah penunjukan Ramziatus Sa’adah, S.H., M.Hum., dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah, sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM. Bidang ini membawa mandat spesifik yang sangat relevan dengan isu sosial terkini, antara lain:
* Penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mencakup perlindungan bagi laki-laki maupun perempuan.
* Pencegahan kekerasan seksual serta perlindungan anak dari bullying dan penelantaran.
* Koordinasi cepat dalam tanggap bencana, termasuk mitigasi dampak kesehatan seperti ISPA akibat kabut asap terhadap lansia.

3. Sinergi Erat dengan Pemprov Sumatera Selatan
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pemerintah. Ia mengapresiasi proaktivitas IWSS Sumsel yang tidak hanya menjalankan program internal, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat luas di Sumatera Selatan.

“Hadirnya berbagai dinas terkait menunjukkan bahwa Pemprov Sumsel memandang IWSS sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas daerah,” ujar Herman Deru.

4. Pelestarian Budaya sebagai Benteng Identitas
Ketua Pelaksana, Rizky Maylan Sari (Kiki Kirana), menegaskan bahwa IWSS berfungsi sebagai “benteng budaya”. Di tengah arus globalisasi, berkumpul dalam wadah IWSS menjadi sarana untuk menghormati dan melestarikan identitas budaya Sulawesi Selatan.

Acara pelantikan sendiri kental dengan nuansa adat, menyatukan perantau dari berbagai daerah asal seperti Bugis, Pinrang, Wajo, dan lainnya dalam satu ikatan kekeluargaan yang kuat.

5. Komitmen Menjadi Agen Perdamaian dan Pemersatu
Dalam sumpah jabatannya, pengurus baru berjanji untuk menjadi mitra pemerintah yang setia dengan komitmen utama:
* Menjaga kerukunan antar suku, agama, dan golongan.
* Menjadi pemimpin yang mengayomi, mendengar, dan menyatukan, bukan memecah belah.
* Menghapus sekat latar belakang daerah asal atau status sosial, karena semua anggota adalah satu keluarga besar perantau Sulsel yang mencari keberkahan di Sumatera Selatan.

6. Program Kerja Nyata dan Merakyat
Menanggapi arahan Gubernur Herman Deru agar program kerja tidak terlalu abstrak, IWSS Sumsel berkomitmen menciptakan program yang sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat. Selain fokus pada advokasi hukum dan HAM, bidang kerohanian juga akan aktif mengadakan ceramah agama dengan mendatangkan penceramah berkualitas dari dalam dan luar kota untuk membentengi akhlak mulia anggota dan keluarga.

Dengan dilantiknya pengurus baru periode 2026-2031 yang dipimpin oleh Ketua PW IWSS Sumsel, Nurbaya, organisasi ini optimis dapat terus tumbuh dan menjadi teladan. Sebagaimana filosofi yang digaungkan dalam acara tersebut, “KKSS/IWSS adalah tubuh, kepala adalah pikiran, dan hati adalah perasaan; ketiganya tidak dapat dipisahkan.”

“Dengan semangat bersatu dan bahu-membahu, IWSS Sumsel siap menghadapi tantangan dan terus berkontribusi mewujudkan visi “Sumsel Maju Terus Untuk Semua.” ( Nn)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait