Guru Wajib Pahami Pemanfaatan Perangkat Digital Pembelajaran Interaktif

  • Whatsapp
Guru Wajib Pahami Pemanfaatan Perangkat Digital Pembelajaran Interaktif (foto: kemendikdasmen)

Bandung Barat, beritalima.com| – Kehadiran Interactive Digital Panel (IFP)/Papan Interaktif Digitaly (PID) di sekolah memberi pengalaman baru bagi guru yang wajib paham guna merancang pembelajaran lebih beragam dan interaktif.

Perangkat tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, tetapi juga membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan bahan ajar sesuai kebutuhan peserta didik serta memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI: artificial intelligence) untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.

Pengalaman itu dirasakan para guru setelah mengikuti kegiatan Advokasi Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

Kehadiran perangkat digital di sekolah perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas guru agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan advokasi, guru tidak hanya mengenal berbagai fitur IFP, tetapi juga belajar mengembangkan media dan bahan ajar serta memanfaatkan AI sesuai kebutuhan di kelas.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI) Gogot Suharwoto mengatakan, ”teknologi tidak menggantikan peran guru. Justru teknologi harus memperkuat kemampuan dan peran guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid. Karena itu, setelah perangkat hadir di sekolah, yang paling penting adalah memastikan guru mampu memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.”

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi juga perlu mendorong guru untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan bahan ajar yang relevan dengan karakteristik murid.
“Perangkat ini harus hidup dalam proses pembelajaran, digunakan guru untuk menjelaskan konsep dengan lebih menarik, membuka ruang interaksi, mengembangkan kreativitas murid, dan pada akhirnya membantu setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik. Inilah semangat digitalisasi untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tambahnya.

Guru Matematika SMPN 1 Atap Rimbakarya, Kabupaten Bandung Barat Sumirah merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut. Ia mempelajari berbagai cara memanfaatkan IFP, mulai dari menyusun perencanaan, membuat media pembelajaran interaktif, hingga mengembangkan Learning Management System (LMS) dengan memanfaatkan AI.

“Kegiatan advokasi pada hari ini banyak sekali hal yang saya dapatkan. Bagaimana pemanfaatan papan interaktif digital yang sudah diberikan kepada sekolah kami. Mulai dari bagaimana membuat perencanaan, kemudian juga membuat media pembelajaran interaktif, dan juga bagaimana membuat Learning Management System menggunakan kecerdasan artifisial yang saat ini berkembang di dunia pendidikan,” kisah Sumirah.

Bagi Sumirah, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih aktif, termasuk dalam mata pelajaran matematika. Ia berharap siswa yang sebelumnya cenderung pasif dapat lebih terlibat dan antusias mengikuti pembelajaran.

Pengalaman mengikuti advokasi juga dirasakan Dewa Romshani, guru SMP PGRI 385 Puteran. Bagi Dewa, kegiatan tersebut membuka pengalaman baru dalam mengenal berbagai fitur IFP yang sebelumnya belum diketahuinya, seperti penggunaan lima jari, dua layar, serta fitur penerjemahan otomatis dalam Bahasa Inggris.

“Alhamdulillah yang saya dapatkan dari pelatihan advokasi ini banyak sekali, mulai dari fitur-fitur papan interaktif digital, mulai dari lima jari, kemudian bisa dua layar, kemudian saya lebih tahu bahwa ternyata Bahasa Inggris juga bisa dipakai di papan interaktif ini mulai dari translate otomatis,” ucap Dewa.

Menurut Dewa, pengalaman pembelajaran melalui media yang digunakan untuk menyampaikan dan mengembangkan materi. Ia melihat AI dan IFP menjadi bagian dari pengembangan media pembelajaran. “Saya jadi lebih tahu bahwasanya belajar itu enggak hanya soal materi, tetapi tentang media belajar yang bisa digunakan

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait