Hari Danau Sedunia 2026: Keingingan Menteri LH Buat Pertaubatan Ekologis Agar Danau Yang Sehat

  • Whatsapp

Depok | beritalima.com – Peringatan Hari Danau Seduni atau World Lake Day 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan (KLH – BPLH) Moch. Jumhur Hidayat menginginkan pertaubatan ekologis ketika melihat danau di Indonesia menjadi danau yang sehat dan menyelamatkan generasi (healthy lakes, saving generation).

Jumhur Hidayat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi danau dan banyak rawa sebagai retensi air yang sebelumnya berjumlah banyak lalu menyusut dan berubah fungsi. Ditandaskan Menteri Jumhur, kesalahan semua pihak baik dari aparaturnya, korporasinya, akademisinya maupun rakyatnya sendiri buang sampah sembarangan.

Oleh karena itu ditandaskan Menteri Jumhur dalam soal lingkungan jangan membalik kesalahan, dengan demikian tidak menggunakan kekuasaannya untuk menjaga lingkungan.

“Jangan buang sampah ke sungai dan sebagainya, morporasi yang punya uang pilihkan dan jangan terlalu serakah,” ucapnya usai sambutan peringatan hari danau sedunia.

Menteri LH dalam sambutannya mengatakan, potensi dan fungsi danau untuk kehidupan, dijelaskan bahwa jumlah danau versi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup berdasarkan data riset KLH tahun 2025 sebanyak 2.961 danau yang tersebar di Indonesia baik besar maupun kecil.

Potensi danau dan fungsi danau untuk kehidupan terdiri untuk fungsi ekologis salah satunya untuk pengendalian dan pencegahan banjir. Menjaga ekosistem, sumber air pertanian, dan menjadi tempat rekreasi dan wisata.

Mengingat kepemimpinan global mengenai gagasan resolusi internasional terkait rekam jejak kebijakan dan transformasi tata kelola danau berkelanjutan Indonesia (2009 – 2029). Mulai dari inisiasi dan perancangan kebijakan dasar, penguatan kelembagaan dan strategi, payung hukum dan akai terpadu, dan kepemimpinan global dan keberlanjutan.

“Komitmen aksi transformatif pengelolaan danau berkelanjutan, memperkuat regulasi perlindungan, memperkuat aksi kolaboratif lintas sektor, dan pengarusutamaan isu danau dalam agenda air global,” pungkas Menteri LH.

Lebih lanjut dijelaskan Retno LP Marsudi, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk air, mengatakan bahwa penetapan Hari Danau Sedunia bukan mengada ngada melainkan untuk kebutuhan dan merupakan salah satu sumber air saat yang sama sekarang (musim kemarau panjang).

Menurut Retno Marsudi akan ada kongres PBB mengenai masalah air dimana tentunya semua elemen yang terkait dengan air ini akan dibahas.

Disampaikan mantan Menlu RI, tantangan yang dihadapi danau-danau di dunia pasti berakhir tetapi ada satu goal (tujuan) yang sama yaitu adalah memprotek dan mengelola secara sustainable (berkelanjutan).

“Caranya bagaimana dengan kerjasama, kerjasama ini terus kita dorong termasuk dari antaranya tentunya kerjasama internasional. Kita terus dorong kerjasamanya di bidang misalnya di bidang kapasitas dari masing-masing negara,” tambah Retno Marsudi.

Hadir pada kesempatan itu, Sestama Kementerian Lingkungan Hidup, Deputi Tata Lingkungan, Bupati dan Walikota. Sebelumnya melaksanakan penanaman pohon di taman Firdaus, Kampus UI dan dilanjutkan Hari Peringatan Danau Sedunia di Auditorium Balai Purnomo, Universitas Indonesia, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait