BANYUWANGI,Beritalima.com – Tim gabungan akhirnya menemukan satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam peristiwa laka laut perahu jurek di kawasan Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Selasa (21/7/2026).
Korban diketahui bernama Sutrisno (43), warga Dusun Tegalsari Kidul, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo. Jenazah ditemukan mengapung di perairan sekitar Pelabuhan Grajagan sekitar pukul 13.40 WIB.
Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono, menjelaskan korban ditemukan saat tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar bibir pantai dan perairan Pelabuhan Grajagan.
“Korban ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB dalam keadaan mengapung oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos TNI AL Grajagan, Polairud, personel Polsek Purwoharjo, serta dibantu para nelayan setempat. Selanjutnya korban dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Grajagan untuk dilakukan identifikasi,” ujar IPTU Agus.
Setelah dilakukan identifikasi, korban dipastikan merupakan salah satu penumpang perahu jurek yang tenggelam di kawasan Pelawangan Grajagan pada Senin (20/7/2026) dini hari.
Menurut IPTU Agus, hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Grajagan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
“Jenazah kemudian kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. Keluarga telah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi karena menganggap kejadian ini murni musibah,” jelasnya.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih terus menyisir kawasan perairan Grajagan untuk mencari satu korban lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
“Kami bersama Basarnas, Pos TNI AL, Polairud, dan para nelayan akan terus melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih belum ditemukan. Kami berharap korban segera ditemukan agar dapat diserahkan kepada keluarganya,” pungkas IPTU Agus.
Diketahui, kecelakaan laut tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Perahu jurek yang mengangkut puluhan anak buah kapal terbalik setelah dihantam gelombang saat melintasi Pelawangan Grajagan, salah satu jalur keluar-masuk nelayan menuju Samudra Hindia yang dikenal memiliki arus kuat dan gelombang yang sulit diprediksi. (Rony//B5)








