HLM Pengendalian Inflasi, Pemkab Perkuat Sinergi Jaga Harga dan Pasokan Pangan

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 yang bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Kamis, (13/8/2016).

Kegiatan diikuti oleh, Sekretaris Daerah selaku Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tulungagung, jajaran staf ahli dan asisten, perwakilan Kodim 0807/Tulungagung, Polres Tulungagung, Kejaksaan Negeri Tulungagung, Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Bank Indonesia, BPS, Bulog serta anggota TPID Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, melalui Sekdakab, Tri Hariadi, menyampaikan bahwa pengendalian inflasi perlu mendapat perhatian serius, terutama menjelang peringatan Hari Besar Nasional yang berpotensi meningkatkan permintaan masyarakat dan berdampak terhadap harga sejumlah komoditas.

“Menjaga tingkat inflasi daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu diperlukan sinergi seluruh stakeholder untuk menjaga ketersediaan stok, kestabilan harga dan kelancaran distribusi komoditas, khususnya bahan kebutuhan pokok masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus memperkuat komunikasi publik, mengaktifkan TPID dan Satgas Pangan, melakukan gerakan penghematan energi, mendorong gerakan menanam pangan cepat panen, meningkatkan kerja sama antardaerah serta mengintensifkan jaring pengaman sosial.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi antarinstansi juga harus terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi dan terobosan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Salah satu inovasi yang telah dilakukan Pemkab Tulungagung pada 2026 yakni membuka Warung EPIK (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota) dengan nama Yu WARTIN (Warung Tekan Inflasi) di area Pasar Ngunut. Keberadaan warung tersebut nantinya akan dikembangkan di sejumlah wilayah lainnya.

Ia memaparkan perkembangan inflasi Kabupaten Tulungagung. Dari Januari hingga Juli 2026, secara month-to-month (mtm), Tulungagung mengalami deflasi sebanyak dua kali, yakni pada April dan Juli. Deflasi tersebut antara lain dipengaruhi penurunan harga daging ayam ras pada April serta penurunan harga bawang merah pada Juli.

Sementara itu, secara year-on-year (yoy), pada triwulan pertama angka inflasi Tulungagung sempat berada di atas zona aman. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi penyesuaian tarif listrik yang ditetapkan pemerintah pada tahun sebelumnya.

Memasuki triwulan kedua, kondisi inflasi Tulungagung telah berada dalam zona aman, yakni pada kisaran target inflasi nasional 2,5 persen plus-minus 1 persen.

“Pada triwulan kedua, tingkat inflasi Kabupaten Tulungagung dalam keadaan stabil dan berada di bawah tingkat inflasi Jawa Timur maupun nasional. Secara tahun kalender pada Juli 2026, angka inflasi Kabupaten Tulungagung mencapai 1,15 persen,” paparnya.

Lanjutnya, kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun sehingga angka inflasi Kabupaten Tulungagung tetap berada dalam rentang target nasional.

Untuk menjaga kondisi dan situasi, Pemkab Tulungagung menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia melalui sinergi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan.

Selain itu, TPID juga melaksanakan rapat teknis secara rutin setiap Senin melalui pertemuan daring dan dilanjutkan pembahasan pada hari berikutnya. Pemerintah daerah juga akan menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, mencanangkan gerakan menanam, menggelar operasi pasar murah, serta melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor untuk memastikan tidak terjadi penahanan barang.

“Koordinasi dengan daerah penghasil komoditas juga terus dilakukan guna menjamin kelancaran pasokan. Pemkab Tulungagung bahkan menyiapkan dukungan berupa bantuan transportasi dari APBD sebagai bagian dari upaya memperlancar distribusi komoditas,” ujarnya.

Pihaknya juga menyambut baik pelaksanaan HLM dan meminta seluruh anggota TPID semakin aktif menggali potensi kerja sama, baik intra maupun antardaerah.

“Setelah acara ini, saya meminta agar seluruh tim mampu lebih menggali kerja sama terhadap potensi-potensi komoditas di Kabupaten Tulungagung. Berusahalah memberikan informasi dan berperan aktif untuk menciptakan peluang pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan kerja sama dan perluasan akses pasar akan membuka peluang peningkatan market share komoditas unggulan Tulungagung, baik di pasar lokal maupun nasional.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), dapat tetap terjaga.

“Upaya ini sekaligus mendukung program nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan,” tandasnya. (Dst).

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait