HoYo FEST Pertemukan Industri Gim Global dengan Kreator Indonesia

  • Whatsapp
HoYo FEST Pertemukan Industri Gim Global dengan Kreator Indonesia (foto: kemenekraf)

Jakarta, beritalima.com| – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar saat menghadiri HoYo FEST di Pondok Indah Mall 3, Jakarta (1/8) mengatakan sebagai ajang tahunan strategis garapan HoYoverse mempertemukan raksasa industri gim global dengan talenta lokal, sekaligus memadukan ekosistem kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) melalui pameran kriya dan merchandise karya kreator Indonesia.

“HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan. Inisiatif seperti ini membuka ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai komersial sekaligus menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Irene.

Sebanyak puluhan pegiat ekraf Indonesia terlibat langsung dalam memproduksi karya kriya dan merchandise berbasis karakter IP HoYoverse. Menariknya, produk tersebut dipasarkan dengan tetap memberikan hak kepemilikan penuh kepada setiap kreator. Ini menjadi terobosan penting  memperkuat posisi pegiat ekraf lokal sebagai penerima manfaat atas kreativitas mereka.

Wamen Ekraf berharap kolaborasi lintas sektor semacam ini dapat direplikasi lebih luas dengan melibatkan IP internasional lainnya. Langkah berkelanjutan ini diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan subsektor gim, kriya, ilustrasi, dan desain, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai hub ekonomi kreatif utama di kawasan.

Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD Aswin Atonie, mengatakan lebih dari 9500 orang mengungjungi HoYo FEST sejak 30 Juli, dengan total ada 50 booth, terdiri dari 71 pegiat EKRAF. Aswin mengharapkan kehadiran Kementerian Ekrad menjadi simbol kolaborasi heksaheliks antara pemerintah, industri dan komunitas dalam mendukung pertumbuhan ekraf Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif di HoYo FEST 2026. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap para kreator lokal yang telah berkarya melalui Artist Alley. Kami berharap sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak talenta kreatif Indonesia yang memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan dikenal di tingkat yang lebih luas,” ujar Aswin.

HoYo FEST menjadi ruang interaksi antara komunitas, kreator, dan industri melalui berbagai aktivitas yang menghadirkan pengalaman kreatif bagi para pengunjung. Ternyata, industri game tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pejuang ekraf lokal untuk berkarya, berwirausaha, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Jurnalis: rusman/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait