Makau, beritalima.com| – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmen memperkuat sektor pariwisata di Asia-Pasifik melalui inovasi digital, pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta kolaborasi lintas negara, saat disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) ke-13 (The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting/TMM13) yang berlangsung di Makau SAR, Tiongkok (27/6).
Menteri Pariwisata (Menpar) RI Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa pariwisata merupakan motor penggerak yang kuat bagi ketahanan ekonomi, inovasi digital, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
“Sebagai negara yang sedang menjalani transformasi digital secara masif, Indonesia percaya bahwa titik temu antara teknologi pintar dan kolaborasi yang berpusat pada komunitas (community-centric) merupakan cara yang tepat untuk membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi di seluruh kawasan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap implementasi APEC Tourism Strategic Plan 2025–2029, Putrajaya Vision 2040, serta hasil kajian APEC Policy Support Unit, Issue Paper No. 16, yang berjudul “Enhancing the Effectiveness of Tourist Travel Facilitation Measures in the APEC Region”.
“Indonesia siap berperan aktif di bawah keketuaan Tiongkok guna mewujudkan komunitas Asia-Pasifik yang terbuka, dinamis, tangguh, dan kolaboratif,” ujar Widiyanti. Ia menekakan, inovasi digital dapat menjadi jembatan utama dalam transformasi pariwisata di kawasan menuju pariwisata yang bernilai tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya ekonomi anggota APEC untuk memprioritaskan serta memperkuat kolaborasi dalam mendorong inovasi digital bagi UMKM pariwisata.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2025 di Republik Korea, pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan berpusat pada masyarakat (people-centered). Sebagai catatan, sektor pariwisata Indonesia telah memberikan mata pencaharian bagi 25,91 juta tenaga kerja dan menjadi sektor dengan jumlah tenaga kerja terbesar ketiga di Indonesia.
Indonesia mengajak ekonomi anggota APEC untuk memastikan bahwa transformasi digital tetap inklusif, dengan mengurangi kesenjangan literasi digital dan memastikan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal. Salah satu contoh inisiatif yang disampaikan Indonesia adalah perluasan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan APEC sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi transaksi dan memperkuat konektivitas ekonomi. Secara domestik, QRIS juga mempermudah pelaku usaha lokal untuk mengakses pasar yang lebih luas.
Jurnalis: abri/rendy








