GRESIK, beritalima.com— Keindahan matahari terbenam tak lagi harus dinikmati di kawasan pantai. Di Kabupaten Gresik, sebuah kafe bernama Jabakota menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan panorama sunset, hamparan tambak, dan bangunan bergaya Santorini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Jabakota menghadirkan suasana yang identik dengan destinasi wisata Santorini, Yunani.
Dominasi warna putih pada bangunan, area terbuka yang luas, serta pemandangan alam di sekitarnya menciptakan atmosfer yang nyaman untuk bersantai maupun berkumpul bersama keluarga dan sahabat.
Saat sore hari, kawasan kafe menjadi semakin menarik. Cahaya matahari yang perlahan tenggelam di balik hamparan tambak menghadirkan pemandangan yang memanjakan mata dan menjadi momen yang banyak diburu pengunjung untuk berfoto maupun menikmati secangkir kopi.
Pemilik Jabakota, dr. Thomas Putra Ashar, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginannya menghadirkan suasana Santorini ke Gresik. Ide itu kemudian diwujudkan melalui proses pembangunan yang dimulai sejak 2020 hingga akhirnya resmi dibuka pada Februari 2024.
“Kami terinspirasi oleh suasana Santorini yang identik dengan bangunan berwarna putih dan pemandangan yang indah. Konsep itu kemudian kami coba hadirkan di Gresik,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Selain mengandalkan konsep arsitektur yang unik, Jabakota juga menawarkan beragam pilihan menu yang menyasar berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Salah satu menu yang menjadi favorit pengunjung adalah Kopi Hitam Cak Ri yang telah dikenal luas oleh pecinta kopi.
“Beberapa menu andalan di antaranya Kopi Hitam Cak Ri, Kopi Susu Aren serta aneka roti bakar, ada juga menu lain yang bervariasi, tentunya cocok hntuk Gen Z,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat menikmati kuliner, Jabakota juga diproyeksikan sebagai ruang kreatif bagi masyarakat dan komunitas. Pengelola berencana menggelar berbagai kegiatan dan acara untuk menambah daya tarik destinasi tersebut.
“Ke depannya, tempat ini juga bisa digunakan untuk menggelar berbagai event, rencannya akan ada event disini,” ujarnya.
Daya tarik kafe ini turut diakui pengunjung. Gilang Budi Raharja mengaku terkesan dengan konsep yang ditawarkan karena berbeda dengan kebanyakan kafe di Gresik.
“Baru pertama kali datang, tapi tempatnya unik dan estetik,” ungkapnya.
Menurut Gilang, perpaduan bangunan bernuansa Santorini dengan panorama alam sekitar menjadi nilai lebih yang sulit ditemukan di tempat lain.
Terlebih saat sore hari, ketika langit mulai berubah warna dan matahari perlahan tenggelam di ufuk barat.
“Yang paling menarik, kalau sore hari bisa menikmati panorama sunset serta hamparan area tambak yang sangat bagus,” katanya. (Khoiron)








