Janice Tjen Putus Penantian 23 Tahun, Tenis Putri Indonesia Menyala di Wimbledon

  • Whatsapp
Janice Tjen Putus Penantian 23 Tahun, Tenis Putri Indonesia Menyala di Wimbledon (foto: KONI)

Jakarta, beritalima.com|-  Janice Tjen membuka lembaran baru tenis Indonesia di panggung Wimbledon 2026, di Inggris. Petenis berusia 24 tahun itu menumbangkan unggulan asal Kanada, Leylah Fernandez, dengan skor meyakinkan 6-1, 7-6(3) pada babak pertama di Lapangan 18 All England Club, London (30/6).

Kemenangan tersebut bukan sekadar mengantar Janice ke babak kedua Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi di dunia. Hasil itu juga mengakhiri penantian panjang tenis putri Indonesia yang selama lebih dari dua dekade gagal mencatat kemenangan di nomor tunggal Wimbledon.

Janice tampil solid sejak awal pertandingan. Set pertama dikuasainya dengan relatif mudah 6-1 sebelum menghadapi perlawanan lebih ketat pada set kedua. Dalam situasi tie-break, petenis kelahiran Jakarta itu tetap tenang untuk memastikan kemenangan dalam waktu 1 jam 29 menit.

Bagi Janice, kemenangan tersebut menjadi awal yang ideal di turnamen yang selama ini identik dengan dominasi petenis papan atas dunia. Alumni Universitas Pepperdine, Amerika Serikat tu sekaligus membuktikan mampu bersaing di level Grand Slam, termasuk menghadapi lawan dengan pengalaman lebih banyak di kompetisi elite.

“Rasanya sangat senang bisa menang hari ini dan lanjut ke ronde kedua,” kata Janice melalui akun Instagram resmi Wimbledon. Ia menyampaikan apresiasi kepada publik Indonesia yang memberikan dukungan selama pertandingan.

“Terima kasih banyak dukungannya dari teman-teman penonton yang di rumah dan yang bisa datang juga hari ini di Inggris,” ujarnya.

Kemenangan Janice memiliki makna historis. Terakhir kali petenis tunggal putri Indonesia memenangkan pertandingan di Wimbledon terjadi pada 2003 ketika Angelique Widjaja mengalahkan Evgenia Kulikovskaya pada babak pertama. Setelah 23 tahun, catatan itu akhirnya terputus.

Pencapaian tersebut sekaligus memberi sinyal positif bagi regenerasi tenis Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan menembus persaingan di level Grand Slam. Meski satu kemenangan belum cukup menjadi tolok ukur kebangkitan, hasil Janice menunjukkan bahwa Indonesia kembali memiliki wakil yang mampu bersaing di panggung tertinggi tenis dunia.

Pada babak kedua, Janice akan menghadapi petenis Australia, Daria Kasatkina. Ia mengaku fokus langsung diarahkan untuk menyiapkan strategi bersama pelatih.

Kini, tantangan sesungguhnya bagi Janice bukan hanya menjaga laju di Wimbledon, tapi juga membuktikan kemenangan bersejarah ini bukan sekadar kejutan sesaat, melainkan awal dari kembalinya tenis putri Indonesia ke peta persaingan internasional.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait