BANYUWANGI,Beritalima.com – Semangat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera. Beragam kegiatan positif juga digelar untuk menanamkan semangat nasionalisme sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda.
Salah satunya melalui karnaval pelajar yang berlangsung meriah. Para siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampil membawa kreativitas masing-masing, mulai dari kostum budaya, tarian hingga drama kolosal yang mengangkat kehidupan masyarakat dan perjuangan para petani.
Kepala Desa Wringinagung, Kondang, mengaku sangat mendukung sekaligus merasa puas melihat antusiasme anak-anak mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemerdekaan harus terus diperingati setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Menurut saya, kemerdekaan ini harus kita peringati setiap tahun. Selain upacara bendera, tentunya perlu ada kegiatan-kegiatan positif lainnya. Seperti hari ini, kita menggelar karnaval pelajar yang sangat indah untuk kita lihat,” ujar Kondang.
Ia menilai karnaval bukan sekadar hiburan. Di balik kemeriahan kostum dan penampilan anak-anak, terdapat proses edukasi yang penting bagi pembentukan karakter generasi penerus.
“Anak-anak jangan hanya belajar dan bermain. Edukasi untuk negeri itu juga penting. Mereka perlu dikenalkan dengan budaya, sejarah, kehidupan masyarakat dan semangat kebersamaan,” jelasnya.
Menurut Kondang, melalui kegiatan seperti karnaval, anak-anak bisa belajar tampil percaya diri, bekerja sama, menghargai perbedaan sekaligus mengenal kekayaan budaya Indonesia.
“Ini sangat bagus. Anak-anak bisa belajar sambil berkegiatan. Mereka berlatih bersama, kompak bersama, kemudian tampil di hadapan masyarakat. Itu bagian dari pendidikan karakter,” katanya.

Drama Kolosal Jadi Daya Tarik
Salah satu yang menarik perhatian dalam karnaval tersebut adalah drama kolosal yang dimainkan para pelajar. Meski durasinya singkat, pertunjukan tersebut mampu memberikan warna tersendiri.
Drama mengangkat kehidupan masyarakat, khususnya perjuangan para petani dan pentingnya menghargai hasil bumi. Para siswa tampil dengan penuh semangat meski harus menyesuaikan durasi pertunjukan dengan perjalanan karnaval yang cukup panjang.
“Memang dramanya sangat singkat karena anak-anak juga harus terus berjalan mengikuti rute karnaval. Tetapi pesan yang disampaikan sangat bagus. Yang penting bukan panjang atau pendeknya pertunjukan, melainkan nilai yang bisa diberikan kepada anak-anak dan masyarakat,” ungkap Kondang.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan konsep yang semakin kreatif.
“Harapan kami, setiap tahun kegiatan seperti ini bisa semakin baik. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus mengenal kemerdekaan bukan hanya dari buku, tetapi juga melalui kegiatan nyata, kebersamaan dan pengalaman seperti hari ini,” pungkasnya.

Karnaval pelajar tersebut akhirnya menjadi salah satu warna dalam peringatan HUT RI ke-81 di Wringinagung. Kemeriahan yang tercipta sekaligus menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya dengan seremonial, tetapi juga dengan pendidikan, kreativitas, budaya dan kegiatan positif yang membangun generasi bangsa. (Rony//B5)







