Jakarta, beritalima.com|- Kapal PELNI kembali angkut barang bantuan kemanusiaan ratusan ton untuk korban bencana warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 282,5 ton barang bantuan akan diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Lorens Say, Maumere, NTT.
Pemuatan barang bantuan ke atas kapal PELNI disaksikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arif Toha dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati.
Dari PELNI hadir Komisaris Independen Sosialisman Hidayat, Direktur SDM dan Umum Heri Purnomo, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Hana Suhardi, Kepala Cabang PELNI Jakarta M. Ardiansyah dan Sekretaris Perusahaan Ditto Pappilanda. Serta ada Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto dan Executive GM Pelindo Yandri Trisaputra.
Direktur SDM dan Umum PELNI Heri Purnomo menyampaikan, pada gelombang kedua ini jumlah barang dari instansi dan organisasi terkumpul hampir menyentuh 300 ton. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi dan organisasi yang memanfaatkan program angkutan gratis ini untuk membantu korban bencana NTT,” ujar Heri.
Program angkutan gratis barang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana NTT melalui PELNI didukung Pemerintah melalui Kemenhub.
Karena jumlah barang bantuan sangat banyak, Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah membagi ke dua kapal penumpang. Sebanyak 135 barang seberat 67,5 ton diangkut KM Tidar dari Jakarta (29/8).
Angkutan berikutnya sebanyak 250 paket bantuan seberat 125 ton dan 5 unit kontainer ekuivalen 90 ton akan dibawa oleh KM Dobonsolo dari Jakarta pada Senin (31/8) nanti. KM Tidar sendiri dinakhodai oleh Capt. Noviansyah Syafrudin, dan KM Dobonsolo oleh Capt. Ahmad.
“Karena minat masyarakat sangat tinggi, sementara kapasitas angkutan barang di kapal penumpang terbatas, kami membagi angkutannya ke dua kapal PELNI. Akan kami pastikan seluruh barang bantuan diterima dengan baik sampai ke NTT via Pelabuhan Lorens Say, Maumere,” ujar Ardiansyah.
Bantuan kemanusiaan baik dari Kemenhub juga dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.
“Selain itu masih ada barang bantuan dari Pelindo, LEN, Pindad dan Wijaya Karya. Dari swasta ada dari Coca Cola, untuk organisasi dari DPC INSA Jaya dan Relawan Nusantara. Lalu ada dari DPP Partai Golkar, Fraksi Golkar DPR RI, dan ormas PPK Kosgoro 1957 yang diserahkan langsung Wakil Ketua DPR Sari Yuliati,” Sekretaris Perusahaan Ditto Pappilanda menambahkan.
Pada gelombang pertama, PELNI kirim barang bantuan dengan KM Tidar pada 16 Agustus dari Pelabuhan Surabaya. Bantuan serupa dari gabungan PELNI Group juga diangkut dari Pelabuhan Makassar ke NTT.
Jurnalis: andaka/abri








